Istilah terorisme bukan suatu hal yang kompleks, bahkan secara bahasa istilah ini tidak mampu memberikan arti secara menyeluruh. Lalu kenapa orang lambat sekali dalam menempatkan definisi istilah ini? Dari fakta yang ada, terdapat sebuah kedengkian di balik semua ini, karenanya dibutuhkan definisi yang menyeluruh termasuk variasi komponen-komponennya dan batasan-batasan yang diperlukan dari aspek yang berlawanan dengan komponen tersebut. Dalam fikiran banyak orang sekarang ini justru membutuhkan semua partai untuk mendefinisi istilah ini supaya tidak menjatuhkan hukuman pada orang yang tidak bersalah atas sejumlah tindak kejahatan dan sejumlah kebenaran yang disimpangkan.
Sayang sekali pemerintahan Barat terlalu terburu-buru menyikapi hal ini dengan mengeluarkan sejumlah hukum untuk memerangi terorisme dalam semua aspek kehidupan, juga membatasi gerak teroris dan menguras kering sumber-sumber pemasukan mereka yang pada akhirnya mengeliminasi mereka. Pemerintah Barat juga gagal mendefinisikan apa itu terorisme dan siapa teroris itu? Adakah yang terlihat lebih bodoh daripada melihat lembaga-lembaga pemerintahan seperti DPR dan gereja-gereja mengeluarkan argumen yang satu sama lain saling menentang dalam membahas Teror Bill (Undang-Undang Terorisme di UK, sebagaimana juga Undang-Undang Terorisme di negara-negara sekuler lainnya), tentang siapa yang ditahan dan siapa yang dibebaskan, siapa yang dipenjara dan siapa yang diizinkan untuk bebas hidup di atmosfer bumi ini?
Teror Bill menjadi politik sepak bola antara DPR (House of Representative-DPRnya Inggris) dan pihak gereja. Dalam setiap pertemuan mereka berselisih dan diakhir pertemuan isu-isu tersebut dibuang dan dilupakan begitu saja, walaupun mereka sama-sama marah terhadap terorisme dan pelakunya, akan tetapi mereka tidak menggambarkan siapa teroris itu, siapa yang mereka perangi dan mereka lawan atau siapa yang ingin mereka tawan. Istilah terorisme dilebarkan/diluaskan definisinya dengan kepandaian berbicara mereka dan dengan istilah-istilah kontroversial di era saat ini. Belum lagi jika kita memperhatikan dunia sekitar dari orang-orang yang menggunakan dalih pembelaan dengan dalih "Perang Melawan Terorisme". Kita dapati mereka meluaskan arti tanpa terkecuali pada Muslim yang jujur, ikhlas, benar dan tekun beribadah. Hal ini menimbulkan 100 pertanyaan yang muncul di benak kita berkenaan dengan maksud dan tujuan dari pemerintah Barat dan pemerintahan murtad sekuler lainnya dalam perang mereka melawan terorisme, termasuk pertanyaan, apakah ini perang melawan terorisme (yang tetap tidak terdefinisikan) atau perang melawan Islam dan kaum Muslimin ?
Kita tidak akan menempatkan definisi sesuai dengan Islam karena terorisme sudah menjadi kristal yang amat jelas bagi seorang muslim. Sesungguhnya Islam tidak akan pernah memberikan arti yang bermakna ganda berkaitan dengan masalah apapun. Bagaimanapun dalam analisis singkat ini, kami sepertinya akan menyoroti alasan yang telah dibuat oleh senat di Amerika, PBB dan parlemen-parlemen di Eropa, rumah-rumah dewan dan pihak gereja, serta di negara-negara atau rezim murtad sekuler boneka Barat yang mengklaim ahli dalam menempatkan hukum dan perundang-undangan serta ahli dalam mempermainkan peran Tuhan dalam kehidupan, menunda definisi tersebut untuk diinformasikan kepada kita apa itu terorisme dan siapa teroris itu dengan tujuan agar kita mengakui salah satu pendapat dari mereka.
Kesimpulannya:
(i) Sebagai seorang Muslim kami berfikir bahwa menunda persoalan ini atas definisi terorisme oleh pemerintah Barat disebabkan oleh dalamnya akar historis perang salib, diniatkan atau tidak, secara fakta melawan Islam dan kaum muslimin karena mereka tidak mengijinkan keberadaan Muslim yang ikhlas, definisi teroris dalam kacamata pemerintah Barat lebih menyoroti masalah peran dan perkembangan dakwah Islam, jika mereka menemukan pada diri Muslim maka mereka akan dijatuhkan definisi teroris. Dengan kata lain definisi ini akan menteror setiap Muslim yang beriman karena ia dapat berpotensi menjadi subyek teroris yang rawan untuk dipenjara dan ditahan. Ini akan menggerakkan seorang Muslim untuk menganggap hina satu sama lain dan mendorong jutaan Muslim lainnya untuk menghentikan pelaksanaan agama mereka sendiri atau memaksa mereka untuk menjadi defensif dalam semua aspek kehidupan karena takut untuk dipenjara.
(ii) Pemerintah Barat telah gagal untuk mendefinisikan istilah terorisme, karena mereka khawatir akan mujahidin yaitu para pejuang kebebasan, berperang untuk memerdekakan (membebaskan) tanah kelahiran mereka, mungkin juga mereka mengambil manfaat dari keadaan tersebut sehingga meniadakan definisi istilah tersebut. Penegasan istilah terorisme justru akan mendorong umat muslim di UK (Inggris) atau di bagian dunia lainnya lebih terdorong untuk mengumpulkan dana dan dukungan atas saudara muslim mereka yang berperang melawan invasi asing seperti yang telah mereka kerjakan selama beberapa tahun dalam memberikan dukungan atas mujahidin di Palestina, Bosnia, Chechnya, Kashmir, Libanon Selatan dan lain-lain melawan invasi yang mayoritas dilakukan oleh pemerintahan Barat sendiri dan tentara-tentaranya seperti tentara AS, UK (Inggris) dan negara-negara Eropa lainnya yang berada di Afghanistan, Iraq dan lain-lain. Mereka melarang semua group-group/kelompok-kelompok jihad yaitu para pejuang kemerdekaan di seluruh dunia, mereka dihubung-hubungkan dengan aksi terorisme beberapa waktu lalu, mereka mulai ditahan/dipenjara karena memiliki latar belakang pernah mendukung organisasi-organisasi teroris walaupun ketika itu masih belum ada undang-undang yang tertulis yang mengaturnya akan tetapi sebaliknya pemerintah Barat melakukan legitimasi hukum dengan studi kasus termasuk apa yang terjadi saat ini membubarkan organisasi-oraganisai Islam dan menangkapi aktivisnya dengan melabelinya sebagai teroris.
(iii) Definisi terorisme dan pembuatnya menjadi standart internasional akan mencegah banyak pemerintahan di dunia untuk melakukan bentuk terorisme melawan oposisi mereka. Dapat dipastikan akan terjadi gencatan senjata di negara-negara yang memiliki catatan tertinggi angka diskriminasi dengan melawan rakyat mereka sendiri karena latar belakang warna kulit, agama atau perbedaan pandangan sebagaimana yang terjadi di AS, Jerman, Israel dan semua rezim di Timur Tengah, Asia dan negara-negara Timur Jauh.
(iv) Jika istilah terorisme didefinisikan dan disetujui secara internasional maka ini akan mempermudah dalam menyalahkan/menolak negara-negara yang mengirimkan tentara mereka melawan negara berdaulat yang lain dan akan mencegah campur tangan dalam negara lain, contoh campur tangan AS di Panama, Iraq dan Afghanistan atau Rusia di Chechnya dan sekarang AS di Dalfur, Sudan dan lain-lain.
(v) Definisi terorisme akan menunjukkan bahwa pemberontakan rakyat Palestina adalah suatu perang yang sah dan layak untuk mendapatkan dukungan atau akan menjadikan legal/sah bagi umat Muslim di dunia untuk mendukung mereka. Definisi terorisme secara mutlak menjadikan negara Israel sebagai pasukan penjajah dan Israel layak untuk diperangi dan dilawan.
(vi) Definisi terorisme akan membuat pemerintahan seperti Amerika dan Inggris sebagai pemerintahan yang patut dicela karena melakukan praktek terorisme melawan banyak orang-orang Muslim yang menentang hukum buatan manusia, orang-orang muslim ditahan dan didiskriminasi, ditentang atau aktivitas mereka dilarang dibawah dalih terorisme seperti halnya pelbagai jama'ah kaum muslimin yang di bekukan diberbagai negara dan individu-individu yang ditahan seperti Khalid Al Fawaaz, Syeikh Abu Qatadah dan Syeikh Abu Hamza Al Misry.
(vii) Definisi istilah terorisme tidak menjadi target kepentingan orang munafik seperti MCB, MAB dan MPAC (organisaisi-organisasi sekuler liberal di UK) atau organisasi-organisasi yang lain yang menampakkan titel "moderat", organisasi-organisasi yang menjadi penyeru kedamaian dari pemerintah Inggris dan organisasi Islam gadungan karena mendiamkan umat yang mengalami teror kemudian masih saja mampu untuk mempromosikan kekotoran mereka terhadap syariah dan menyimpangkannya dengan nama Islam yang dipalsukan dalam versi Barat; menekankan kedaulatan untuk ratu atau pemerintahan murtad sekuler, menyerukan umat muslim untuk kafir (murtad) dengan bergabung ke parlemen, badan intelejen (untuk memata-matai aktivis dan kaum muslimin), polisi dan tentara serta menyerukan mereka untuk berintegrasi ke jalan hidup kufur dan menghalalkan apa yang Allah SWT larang seperti riba, mempromosikan pergaulan bebas dan berpartisipasi dalam pemilu, menyerukan dialog antar umat beragama dan lain-lain.
Karenanya membiarkan istilah terorisme tidak terdefinisi justru akan menteror umat dan akan membiarkan MCB untuk mengungkapkan pernyataan yang salah terhadap orang-orang Muslim yang benar serta mengklaim mengontrol lebih dari 1000 mesjid, sebagaimana mereka telah mengontrol pemilihan presidensil yang hanya memiliki satu kandidat yaitu presiden dari Mesir atau Libya dan orang yang menang adalah yang menguasai suara mayoritas dengan ketiadaan kandidat oposisi yang lain.
Atas alasan di atas kami menantang pemerintah Barat, termasuk pihak gerejawan dan anggota dewan bahwa jika ini bukan sebuah perang salib melawan Islam dan kaum muslimin, lalu kenapa penyatuan definisi teroris tidak pernah mereka buat? Itu karena akan menjadikan mereka sebagai orang pertama yang akan disalahkan oleh dunia karena aplikasi terorisme yang telah mereka perbuat kepada yang lain. Bagaimanapun, sangat jelas bahwa mereka tidak ingin mendefinisikannya agar dapat menjaga kebebasan mereka dalam bertindak, bebas melarang atas yang lain dan menjaga slogan retorikal berperang melawan terorisme, karena alasan itu dianggap sangat elastic (pasal karet), juga memungkinkan bagi mereka untuk campur tangan dalam urusan negara lain kapan saja mereka inginkan dan menyimpangkan kebebasan masyarakat (sebagaimana definisi mereka) melawan individu yang menantang kepentingan mereka dan terlebih lagi kepentingan historis dalam perang salib melawan Islam dan kaum muslimin khususnya orang-orang yang menjadi ahlul tauhid.
Baru-baru ini kami mendengar sebuah berita baru tentang seorang laki-laki yang menyerang Parlemen Swiss dan membunuh 14 orang anggota parlemen, walaupun secara fakta dia tidak membunuh begitu banyak anggota parlemen dan sempat melukai banyak orang. Komentar pertama yang keluar dari juru bicara kantor tempat kejadian, itu bukanlah sebuah aksi teroris dan tidak berhubungan dengan terorisme, seluruh isu berkaitan dengan itu ditutup rapat-rapat sepertinya kejadian itu tidak pernah terjadi karena pelakunya orang swiss dan non muslim.
Tidak diragukan lagi seandainya dia adalah seorang muslim maka insiden tersebut akan dilabeli dengan aksi terorisme. Dia sendiri beserta keluarganya akan dikatakan sebagai teroris dan umat muslim di seluruh dunia juga akan dilabeli sebagai kaki tangannya. Kejadian tipe ini dan yang lainnya serupa, yang menimbulkan beberapa pertanyaan berkaitan dengan teroris ini, sebesar apakah tentara yang akan disiapkan untuk membasmi teroris dan siapakah yang ingin mereka basmi dan ingin mereka kuras kekayaannya?
Pandangan sekilas di seluruh dunia yang akan muncul akan menampakkan banyaknya organisasi-organisasi yang dermawan (bergerak di bidang sosial) yang dikelola oleh orang-orang Muslim justru itu yang banyak ditutup dan dilarang dan sumber-sumber kekayaan mereka dibekukan. Fenomena ini akan membuat kita semakin percaya bahwa sumber-sumber kekayaan yang mereka ingin kuras justru dari pihak orang-orang yang mendukung/membantu orang-orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan.
Adapun para pengungsi Muslim yang ada diseluruh dunia adalah korban dari terorisme internasional yang diperankan oleh AS dan Inggris beserta anak haram mereka yang dikenal dengan sebutan negara Israel. Jika mereka benar-benar ingin menghentikan dukungan terhadap kriminal perang yaitu penjahat zionis dan negara Israel serta pendukung-pendukung mereka yang merupakan rezim yang angkuh di seluruh dunia seperti Mesir, Libya, Pakistan, Saudi Arabia, Iran, Turki dan lain-lain.
Karena alasan-alasan tersebut dan banyak alasan lainnya, kami tidak meragukan bahwa tidak terdefinisikannya istilah terorisme secara tegas adalah bagian dari perang melawan Islam dan umat muslim yang didukung pula oleh orang-orang munafik yang mengaku sebagai seorang muslim seperti pemerintah Saudi Arabia yang mendeklarasikan dukungan penuh atas terorisme AS dan negara-negara seperti Iran yang menyerukan kematian atas Amerika, akan tetapi ketika Amerika mendapat serangan, mereka sholat jenazah untuk mereka, selama beberapa menit suasana menjadi hening (turut berduka cita) dan bahkan yang lebih parah lagi mereka menutup daerah perbatasan mereka dengan Afghanistan sehingga tidak memberikan kesempatan kepada laki-laki atau wanita untuk selamat dari bom-bom Amerika dengan alasan yang sangat sederhana hanya karena orang-orang muslim di Afghanistan adalah golongan Sunni.
Ada banyak contoh lain yang menunjukkan bahwa perang melawan terorisme diorganisasi oleh orang-orang salib demi melawan Islam dan umat Muslim yang ikhlas. Perang itu akan berlangsung terus antara kebenaran dan kebathilan. Bagaimanapun pada akhirnya kemenangan adalah sebuah permasalahan yang telah ditakdirkan akan diraih oleh golongan yang benar, kaum Muslimin. Insya Allah.
Diposkan oleh islamic di 01.03 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Label: Terorisme
Minggu, 13 Juni 2010
Perdagangan Islam
Penyebaran islam dalam jalur perdagangan
PENDAHULUAN
Kedatangan Islam ke wilayah Asia Tenggara diduga karena proses perdagangan dan bukan melalui proses penaklukan suatu wilayah. Hal ini bisa dilihat dari peranan wilayah Asia Tenggara pada saat itu sebagai salah satu jalur perdagangan yang diminati oleh para pedagang. Jalur perdagangan itu masyur dikenal sebagai jalur sutra laut yang membentang dari mulai Laut Merah- Teluk Persia- Gujarat- Bengal- Malabar- Semenanjung Malaka- hingga ke China.
Teori-teori masuknya islam ke Asia Tenggara sebagaimana yang telah masyur adalah ada tiga kemudian berkembang menjadi empat pada saat ini, yaitu:
a. Teori Arab
b. Teori India
c. Teori Persia, dan
d. Teori China
Dengan keberadaan jalur perdagangan ini, memudahkan dalam penyebaran agama islam, terutama di wilayah pesisir pantai hingga akhirnya masuk ke wilayah pedalaman. Selain itu penguasaan wilayah pesisir oleh komunitas muslim pada saat itu semakin mempermudah penyebarluasan dakwah dan syiar islam kepada penduduk pribumi.
Dalam studi penyebaran Islam di wilayah daratan Asia Tenggara yang meliputi Thailand, Myanmar dan Indocina, pola penyebaran melalui perdagangan sangat dominan sekali. Selain itu adanya emigrasi suatu penduduk untuk mendiami wilayah baru di daratan Asia Tenggara ikut pula mempengaruhi proses penyebaran agama islam seperti contohnya di wilayah Indocina.
Maka dalam pembahasan kali ini akan mengkaji penyebaran agama islam di wilayah daratan Asia Tenggara dengan fokus kajian di wilayah Thailand, Myanmar dan Indocina.
PEMBAHASAN
A. Thailand
Kedatangan islam di Thailand telah terasa pada masa kerajaan Sulothai pada abad XIII. Dalam proses penyebaran agama islam di negeri ini faktor yang paling dominan adalah melalui perdagangan terutama saat masa kerajaan Ayutthaya.
Pada waktu itu orang-orang muslim Thailand memiliki peran yang sangat penting diantaranya sebagais audagar, menteri maupun kepala pelabuhan. Sehingga secara langsung mupun tidak langsung memiliki akses ke dalam kerajaan dan menjadi kelompok yang sangat berpengaruh di istana.
Maka dengan pengaruh-pengaruh dari orang orang muslim yang memiliki posisi penting itu menjadi lebih leluasalah penyebaran agama islam terutama kepada rakyat yang memang memiliki kontak langsung dalam perdagangan dan jaminan politik dari raja-raja yang berkuasa secara langsung memberi ruang yang cukup untuk mengenalkan islam secara terbuka.
Sebenarnya wilayah selatan thailand pada masa dahulu bukan termasuk wilayah thailand. Sebenarnya semenanjung Malaya yang berpenduduk melayu yang dikelola dalam negara-negara kecil. Orang-orang melayu ini memeluk agama islam sepanjang abad ke lima belas. Satu abad sebelumnya, kerajaan thailand mulai melakukan penakhlukan dans erangan di semenanjung malaya yang memuncak pada 1767 M, dengan penaklukan semua negara muslim sampai ke Ligor. Hingga akhirnya wilayah Patani pun menjadi bagian dari kerajaan sejak abad ke sembeilan belas . Inilah yang nantinya membuat mengapa etnis muslim thailand terkonsentrasi di wilayah selatan.
Kaum muslim tidak hanya mampu mengontrol jalur perdagangan yang melintasi semenanjung, namun juga mampu mengamankan perjanjian administratif di seluruh kerajaan Ayutthaya.
Namun demkian komunikasi yang kurang bagus dan hal-hal lain yang bersangkutan dengan elit penguasa kerajaan pada saat itu yang jelas non muslim membuat penyebaran islam menjadi terkendala dan hanya terfokuskan di wilayah thailand selatan terutama yang berbatasan dengan semenanjung Malaka dan wilayah malaysia (melayu).
Hingga pada akhirnya, rapuhnya melayu patani di thailand selatan, hancurnya kekuatan politik dan hilangnya peran elite tradisional mereka menimbulkan efek melemahkan umat. Bahasa melayu yang menjadi perekat identitas mereka dan media dalam sistem pengajaran dihapuskan, karena mendapat pengawasan dari penguasa kerajaan.
Komunitas muslim yang belum banyak itu, hanya sekitar dua juta juwa mengalami dilema yang kompleks. Diperburuk oleh keadaan kelompok muslim yang terpusat di propinsi bagian selatan yang menginginkan kemerdekaan dan keikutsertaan mereka dalam bernegara tidak mendapat tempat, akhirnya mereka menjadi bangsa yang diburu dan ditaklukan.
B. Myanmar
Islam sampai ke Myanmar melalui banyak jalan. yaitu, para pedagang arab muslim menetap di garis pantai selama abad pertama hijriyah (ke 7 M) atau sesudahnya, mula mula di atas pantai Arakan, dan kemudian ke selatan. Kemudian disusul oleh komunitas india dan malaysia (melayu) yang telah efektif dalam menyebarkan agama islam. Akhirnya para pengungsi dari Yunnan di abad sembilan belas menetap di bagian utara negeri itu.
Suatu negara muslim pada saat itu didirikan di Arakan ketika sultan bengal yang Muslim Nasiruddin Mahmud Shah (1442-1459 M) membantu raja Sulaiman Naramitha membangun negara Mrauku yang muslim.
Pemerintahan muslim berlangsung beberapa abad di Arakan dan meluas ke selatan sejauh Moulmein selama pemerintahan Sultan salim Shah Razagri 91593-1612 M). Pada saat itu bahasa Persia merupakan bahasa negara bagu negara muslim Arakan. Ibukotanya Myohaung.
Pada 1784 myanmar yang pengikut budha menaklukan negara muslim, diikuti antara 1824 dan 1826 oleh Inggris. Maka pada saat Myanmar merdeka pada 1948, Arakan dimasukkan kedalam wilayah kekuasaan negara Myamnar.
C. Wilayah Indocina
Pada abad pertengahan, Indocina dibagi kedalam tiga kerajaan: Annam (Vietnam sekarang), Kampuchea dan Champa. Annam terdiri hanya dataran Tonkin Utara, yakni delta sungai merah. Annam adalah negara buddha. Sementara Kampuchea adalah wilayah kerajaan Hindu yang memiliki wilayah lebih luas daripada yang dimiliki oleh negara Kamboja dewasa ini. Sementara bagian tengah dari Vietnam sekarang, pada waktu itu adalah wilayah kekuasaan Champa.
Wilayah ini pernah mengalami suatu fase yang memerankan peranan pentingd alam perkembangan islam, khususnya di wilayah indocina, baik menyangkut politik maupun ekonomi. Dominasi kaum muslim dalam perdagangan dan upaya penyiaran islam yang amat gencar dilakukan di daerah ini telah membantu menfasilitasi naik pamornya kelompok muslik di Indocina terutama yang berpusat di wilayah kerajaan kampuchea. Di antara wilayah-wliayah indocina lainnya seperti vietnam dan laos, wilayah Kampuchea memiliki peranan dan pengaruh kaum muslim lebih besar, karena beberapa abad sebelumnya di Champa, yang kemudian bergabung dengab kerajaan kampuchea pernah terdapat kesultanan Muslim.
Penduduk muslim kampuchea, sebagaimana kaum muslim lainnya bersifat kosmopolitan. Mungkin karena faktor inilah yang kemudian menjadikan penguasa kampuchea masuk islam di awal abad ke 17.
Mayoritas muslim di wilayah ini berasal dari etnis Cham. Sulit dipastikan kapan cham mulai mengenal al Qur’an. Islam memasuki masyarakat Champa diperkirakan pada periode dinasti Zoong di China (960-1280 M). Komunitas muslim cham sudah ada pada abad ke X.
Tampaknya melalui hubungan dengan orang-orang melayu lah Cham menjadi muslim. Setelah kejatuhan negeri pada tahun 1470 oleh kerajaan Annam yang agresif dan selalu melakukan ekspansi dan mengambil seluruh wilayah kerajaan Champa, menyaksikan sebagian komunitas mereka mengungsi ke Kampuchea, dimana mereka semua adalah muslim.
Maka kerajaan Champa ini memiliki pertalian dengan negara Hindu jawa dan malaka. Ketika wilayah ini dikuasai oleh Annam dan ditawarkan memasuki agama islam, memeluk islam secara masal. Hingga akhirnya seperti dijelaskan sebelumnya melakukan emigrasi ke wilayah Kampuchea dan sempat sukses membawakan agama islam kepada elit penguasa kerajaan kampuchea.
KESIMPULAN
Kedatangan islam ke wilayah daratan Asia Tenggara secara garis besar bersamaan dengan kedatangan islam di wilayah semenajung Asia Tenggara hal ini dikarenakan adanya keterkaitan hubungan perdagangan diantara wilayah wilayah tersebut.
Akan tetapi dalam prpses penyebarannya tidak selaras dan bisa dikatakan tidak berkesinambungan meskipun pada waktu dulu islam memalui masyarakat pribumi maupun asing yang mendiami wilayah Thailand, Myanmar maupun Indocina memiliki peranan penting dalam perdagangan maupun dalam peneybaran agama islam.
Penyebaran Islam (1200 - 1600)
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penyebaran Islam di Indonesia (1200 - 1600)
Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya.[1] Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat. Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Pertama, teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M. Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M. Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M.[1]. Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Kalau Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Indonesia mulai abad 13 adalah tidak benar, HAMKA berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatra (Barus) [2]. Pada saat nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah kerajaan Srivijaya.
Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bi Affan, memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima ptra ratu Sima dari Kalingga masuk Islam [3].
Pada tahun 718M raja Srivijaya Sri Indravarman setelah kerusuhan Kanton juga masuk Islam pada masa kholifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah).
Sanggahan Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui Pedagang Gujarat
Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui pedagang Gujarat adalah tidaklah benar, apabila benar maka tentunya Islam yang akan berkembang kebanyakan di Indonesia adalah aliran Syiah karena Gujarat pada masa itu beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di Indonesia didominasi Mashab Safi'i.
Sanggahan lain adalah bukti telah munculnya Islam di masa awal dengan bukti Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082M)di Gresik.
Masa kolonial
Pada abad ke-17 masehi atau tahun 1601 kerajaan Hindia Belanda datang ke Nusantara untuk berdagang, namun pada perkembangan selanjutnya mereka menjajah daerah ini. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya, VOC, sejak itu hampir seluruh wilayah Nusantara dikuasainya kecuali Aceh. Saat itu antara kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.
Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, para ulama mengubah pesantren menjadi markas perjuangan, para santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah, sedangkan ulamanya menjadi panglima perang. Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad ke-13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan Islam yang syair-syairnya berisi seruan perjuangan. Para ulama menggelorakan jihad melawan penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:
• Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan ulama dengan adat, contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
• Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar, seorang Guru Besar ke-Indonesiaan di Universitas Hindia Belanda, yang juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah. Dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji, karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.[4]
Di akhir abad ke-19, muncul ideologi pembaruan Islam yang diserukan oleh Jamal-al-Din Afghani dan Muhammad Abduh. Ulama-ulama Minangkabau yang belajar di Kairo, Mesir banyak berperan dalam menyebarkan ide-ide tersebut, diantara mereka ialah Muhammad Djamil Djambek dan Abdul Karim Amrullah. Pembaruan Islam yang tumbuh begitu pesat didukung dengan berdirinya sekolah-sekolah pembaruan seperti Adabiah (1909), Diniyah Putri (1911), dan Sumatera Thawalib (1915). Pada tahun 1906, Tahir bin Jalaluddin menerbitkan koran pembaruan al-Iman di Singapura dan lima tahun kemudian, di Padang terbit koran dwi-mingguan al-Munir.[5]
Demografi
Sebagian besar ummat Islam di Indonesia berada di wilayah Indonesia bagian Barat, seperti di pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan untuk wilayah Timur, penduduk Muslim banyak yang menetap di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara dan enklave tertentu di Indonesia Timur seperti Kabupaten Alor, Fakfak, Haruku, Banda, Tual dan lain-lain.
Pengadaan transmigrasi dari Jawa dan Madura yang secara besar-besaran dilakukan oleh pemerintahan Suharto selama tiga dekade ke wilayah Timur Indonesia telah menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk Muslim disana. Untuk pertamakalinya, pada tahun 1990an ummat Kristen menjadi minoritas di Maluku. Kebijakan transmigrasi ini, yang telah melebarkan kesenjangan sosial dan ekonomi, mengakibatkan sejumlah konflik di Maluku, Sulawesi Tengah, dan sebagian wilayah Papua.
Arsitektur
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Arsitektur Islam di Indonesia
Islam sangat banyak berpengaruh terhadap arsitektur bangunan di Indonesia. Rumah Betawi salah satunya, adalah bentuk arsitektur bangunan yang banyak dipengaruhi oleh corak Islam. Pada salah satu forum tanya jawab di situs Era Muslim[6], disebutkan bahwa Rumah Betawi yang memiliki teras lebar, dan ada bale-bale untuk tempat berkumpul, adalah salah satu ciri arsitektur peradaban Islam di Indonesia.
Masjid
Masjid Raya Medan al Ma'shun, adalah salah satu ciri bangunan berarsitektur Islam yang ada di Indonesia
Masjid adalah tempat ibadah Muslim yang dapat dijumpai diberbagai tempat di Indonesia. Menurut data Lembaga Ta'mir Masjid Indonesia, saat ini terdapat 125 ribu[7] masjid yang dikelola oleh lembaga tersebut, sedangkan jumlah secara keseluruhan berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004, jumlah masjid di Indonesia sebanyak 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 yang sebanyak 392.044 buah. Diperkirakan, jumlah masjid dan mushala di Indonesia saat ini antara 600-800 ribu buah.[8]
Pendidikan
Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Gambar diambil akhir Januari 2006.
Pesantren adalah salah satu sistem pendidikan Islam yang ada di Indonesia dengan ciri yang khas dan unik, juga dianggap sebagai sistem pendididikan paling tua di Indonesia.[9] Selain itu, dalam pendidikan Islam di Indonesia juga dikenal adanya Madrasah Ibtidaiyah (dasar), Madrasah Tsanawiyah (lanjutan), dan Madrasah Aliyah (menengah). Untuk tingkat universitas Islam di Indonesia juga kian maju seiring dengan perkembangan zaman, hal ini dapat dilihat dari terus beragamnya universitas Islam. Hampir disetiap provinsi di Indonesia dapat dijumpai Institut Agama Islam Negeri serta beberapa universitas Islam lainnya.
Organisasi
Terdapat beberapa organisasi Islam di Indonesia, diantaranya adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Jamiat Khair, sebuah organisasi Islam tempat para ulama dan aktivis bergabung, tempat bermulanya Ahmad Soorkati mengawali karir dakwahnya di Indonesia. Ia diundang secara khusus oleh gerakan ini untuk menjadi pengajar pada berbagai badan pendidikan yang dirintisnya pada tahun 1912. Ia datang dari Sudan, membawa dan mengusung pola pikir rasional dalam berbagai kuliahnya. NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan anggota sekitar 35 juta. NU seringkali dikategorikan sebagai Islam traditional, salah satunya karena sistem pendidikan pesantrennya. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar kedua, dengan anggotanya yang sekitar 30 juta. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan tinggi serta ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Unjuk rasa menurut islam
Tahun 1998
• 14 Oktober-18 Oktober Badan Pencara Fakta DPP-FPI mengadakan investigasi kasus peneroran, pembantaian, dan pembunuhan para ulama, kyai, ustadz, dan beberapa guru pengajian dengan dalih dukun santet di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara lain di Demak, Pasuruan, Jember, Purbalingga, dan Banyuwangi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab.
• 21 Oktober
o DPP-FPI mengeluarkan Pernyataan Sikap dan Seruan tentang hasil kerja Badan Pencari Fakta DPP-FPI dari tanggal 14-18 Oktober 1998
o Berbarengan dengan hal tersebut di atas DPP-FPI menyampaikan pernyatan sikap dan seruannya kepada Presiden Republik Indonesia tentang "Kasus Ninja"
o DPP-FPI mengumumkan bahwa pencantuman nama Front Pembela Islam sebagai penanggung jawab buku yang berjudul Bangkitnya Kembali Gerakan Marxisme, Leninisme/Komunisme di Indonesia setebal 12 halaman yang ditulis oleh Abul Ghozwah diterbitkan di Jakarta, medio Oktober 1998, adalah tidak benar.
• 28 Oktober DPP-FPI mengeluarkan "Seruan Jihad FPI" terhadap "pasukan ninja" yang isinya menerangkan bahwa pelaku/dalang/penyandang dana dan atau siapa pun yang terlibat dalam aksi ninja dalam penteroran terhadap ulama adalah halal untuk ditumpahkan darahnya.
• 7 November DPP-FPI mengeluarkan pernyataan sikap yang mendukung sepenuhnya pelaksanaan Sidang Istimewa MPR 1998.
• 12 November DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Tuntutan Pertanggungjawaban Orde Baru.
• 13 November Menyampaikan aspirasi ke Sidang Istimewa MPR 1998 tentang tuntutan rakyat yang menghendaki :
1. Pencabutan Pancasila sebagai asas tunggal
2. Pencabutan P4
3. Pencabutan Lima Paket Undang-undang Politik
4. Pencabutan Dwifungsi ABRI dari Badan Legislatif atau Eksekutif
5. Penghargaan hak asasi manusia
6. Pertanggungjawaban mantan Presiden Republik Indonesia Soeharto
7. Permohonan Maaf Golkar sebagai Penanggung Jawab Orde Baru
• 14 November
o DPP-FPI menyampaikan sikap solidaritas kepada angkatan mahasiswa reformis Indonesia sebagai front terdepan dalam perjuangan Rakyat Indonesia
o DPP-FPI mengumumkan bahwa ormas ini (Front Pembela Islam) telah mendaftarkan diri ke Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia
• 22 November Insiden Ketapang meletus, terjadi perusakan sebuah mesjid di bilangan Ketapang, Gajah Mada, Jakarta Pusat, oleh sejumlah kurang lebih 600 orang preman Ambon. Laskar Pembela Islam berhasil memukul mundur penyerang, dipimpin langsung oleh Imam Besar Laskar LPI, KH. Tb. M. Siddiq AR, di bawah komando Ketua Umum FPI.[1]
• 26 November DPP-FPI mengeluarkan kronologi Insiden Ketapang, tentang diserangnya perkampungan muslim oleh sejumlah preman Ambon non-Muslim yang menghancurkan sebagian bangunan Mesjid Khairul Biqa'. Hal ini disampaikan langsung dalam tatap muka dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta
• 1 Desember DPP-FPI mengeluarkan Pernyataan Sikap tentang Insiden Kupang, Nusa Tenggara Timur yang intinya "mengecam, mengutuk dan melaknat tindakan sekelompok orang Kristen Radikal yang telah merusak / membakar sejumlah mesjid dan membantai / membunuh / menganiaya sejumlah umat muslim.
• 16 Desember FPI beserta ormas-ormas Islam lainnya di tugu Monumen Nasional berunjuk rasa dan mengeluarkan pernyataan sikap tentang penutupan tempat-tempat maksiat menghadapi bulan suci Ramadan 1419 H/1998 M.
Tahun 1999
• 5 Januari DPP-FPI mengeluarkan surat dukungan perjuangan kepada santri dan warga kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Jati Negara, Jakarta Timur, dalam memperjuangkan Amar ma'ruf nahi munkar dengan usaha menutup tempat-tempat maksiat di lingkungan sekitarnya yang menjadi sarang minuman keras, perjudian, pelacuran dan premanisme yang telah mengganggu kamtibnas serta merusak nilai-nilai agama dan sosial kemasyarakatan.
• 21 Januari DPP-FPI berkunjung ke Mabes TNI di Cilangkap untuk menekan TNI agar menuntaskan kasus Ambon.
• 29 Maret DPP-FPI mengutus delegasi yang dipimpin oleh Sekjen FPI, KH. Drs. Misbahul Anam untuk menyampaikan surat kepada Jenderal Polisi Roesmanhadi perihal Permohonan Pemeriksaan mantan Menhankam/Pangab RI Jend. (Purn.) L.B. Moerdani dan kroni-kroninya tentang keterlibatannya dalam beberapa kerusuhan sebagaimana diberitakan oleh sebuah majalah Far Eastern Economic Review (FEER) yang terbit di Hongkong.
• 11 April Mobil Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab ditembaki oleh orang yang tak dikenal
• 17 April Laskar Pembela Islam mengeluarkan pernyataan sikap bersama ormas Islam lainnya yang berisi mengutuk pelaku pemboman Mesjid Istiqlal, dan menuntut kepada pihak kepolisian agar mengusut secara tuntas pelaku pemboman tersebut.
• 24 Mei DPP-FPI dengan laskar-nya berhasil menangkap oknum mahasiswa Universitas Tarumanegara yang bernama Pilipus Cimeuw yang telah menurunkan spanduk FPI yang dipasang di jembatan penyeberangan di depan kampusnya karena tersinggung dengan isi tulisan spanduk yang berbunyi Awas waspada! Zionisme & Komunisme Masuk di Segala Sektor Kehidupan. Dua rekannya, Mario dan Iqbal melarikan diri
• 30 Mei
o DPP-FPI mengeluarkan Sikap Politik "netral terarah" dalam menghadapi Pemilu 7 Juni
o DPP-FPI mengeluarkan fatwa tentang "keharaman" memilih partai yang menetapkan calon legislatif non-muslim dalam Pemilu 1999 melebihi 15%.
• Awal Juni Tim pengkaji masalah Aceh DPP-FPI membuat konsep penyelesaian masalah Aceh, mulai dari pemberdayaan ekonomi sampai dengan pemberlakukan Syari'at Islam.
• 2 Juni DPP-FPI dan LPI berunjuk rasa di depan Mapolda Metro Jaya mengeluarkan pernyataan sikap agar media-media pornografi, perjudian, pelecehan dan penindasan terhadap Islam dan ummat Islam dihapus.
• 6 Juni Malam hari sebelum Pemilu 1999, LPI menyelamatkan 18 orang ustadz yang terbagi di beberapa wilayah ibu kota dan sekitarnya, karena telah dianiaya oleh sejumlah kader PDI Perjuangan yang telah tersinggung oleh seruan dan fatwa beberapa ormas Islam
• 24 Juni DPP-FPI mengeluarkan sikap tentang "Penolakan Calon Presiden Wanita"
• 28 Juni DPP-FPI mengeluarkan "pelurusan berita" tentang FPI Menjenguk Soeharto yang dimuat di beberapa media massa ibu kota adalah Fitnah
• 14 Juli Konsep FPI tentang masalah Aceh dibahas oleh sejumlah petinggi TNI di Cilangkap, dan mendapat respon yang positif, kemudian diserahkan kepada pemerintah pusat yang juga mendapat respon yang baik
• 22 Agustus DPP-FPI, LPI dan simpatisan mengadakan Pawai Akbar keliling Ibu Kota Jakarta dengan nama "Pawai Anti Maksiat" yang bertema "Meraih Taat, Mencampak maksiat dalam rangka menuju Indonesia Baru yang Religius". Dimulai dari Markas Besar LPI di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan berakhir di Kampung Utan, Ciputat, Jakarta Selatan
• 23 Agustus LPI mengeluarkan surat pernyataan protes LPI terhadap TVRI yang memberitakan bahwa pawai keliling ibukota Jakarta yang dilakukan FPI sehari sebelumnya (22/08) adalah pawai politik dalam mendukung salah satu calon presiden.
• 27 Agustus DPP-FPI mengeluarkan surat pemberitahuan yang dimuat di beberapa media ibukota tentang "Penjelasan Pawai Akbar FPI", sehubungan dengan terjadinya ketegangan antara Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) dan LPI sebagai anak organisasi FPI.
• 13 September LPI menutup beberapa tempat perjudian di daerah Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat dan berhasil menangkap dua bandar judi dengan barang buktinya.
• 18 September. LPI menutup tempat pelacuran/prostitusi di wilayah Ciputat
• 22 September LPI menutup diskotek Indah Sari yang menjadi sarang narkoba di Petamburan, Tanah Abang
• 25 September DPP-FPI mengeluarkan surat pernyataan menolak Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (UU-PKB)
• 25 September
o DPP-FPI mengeluarkan surat pernyataan tentang bahaya Forkot dan Famred sebagai kelompok mahasiswa kiri
o Aksi Peduli berbagai Kasus Nasional
1. Penyerahan bantuan ke Ambon sejumlah kurang lebih Rp 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) serta 7 kontainer logistik dan obat-obatan, bantuan tersebut diberikan melalui
Ikatan Silahturrahmi Maluku
KH. Abdul Wahab Polpoke
Tokoh-tokoh Ambon
Bapak Rustam Kastrol, dkk.
2. Bantuan serupa diberikan juga untuk Sambas dan Tual serta
Aceh
• 12 Desember Gedung Balai Kota DKI Jakarta diduduki selama 13 jam oleh LPI menuntut penutupan tempat hiburan selama bulan suci Ramadhan dan minggu pertama Syawal
Tahun 2000
• 27 Maret Mabes LPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Tuntutan Peraturan Daerah anti-Maksiat
• 15 Mei DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Tuntutan Undang-Undang anti-Maksiat
• 24 Juni DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Tuntutan Pembubaran Komnas HAM dan Laskar Pembela Islam menyerbu Gedung Komnas HAM karena kecewa atas kinerjanya yang diskriminatif terhadap persoalan ummat Islam
• 23 Juli Al-Habib Sholeh Alattas, penasihat FPI ditembak hingga terbunuh di Jakarta
• 24 Juli KH. Cecep Bustomi, deklarator FPI, diberondong tembakan hingga tewas di Serang
• 10 Agustus DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Maklumat Pengembalian Piagam Jakarta
• 15 Agustus Mabes-LPI mengeluarkan Pernyataan Sikap tentang penolakan Calon Presiden Wanita
• Agustus Milad FPI ke-2 dengan tema Pawai Piagam Jakarta
• 1 Oktober
o DPP-FPI mengeluarkan Surat Seruan Moral Media. Seruan tersebut dikirimkan ke semua instansi terkait, termasuk seluruh media cetak maupun elektronik.
o DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang pembebasan Al-Aqsha
• 9 Oktober Mabes-LPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Seruan Tolak Israel.
• 11 Desember Tim monitoring FPI dikejar dan ditembaki oleh aparat kepolisian Polres Jakarta Barat, sepanjang 4 km, dari jembatan layang Grogol hingga Petamburan.
• 13 Desember Rumah kediaman Al-Habib Sholeh Al-Habsyi, Ketua Majelis Syura FPI Jawa Barat, dijarah dan dibakar gerombolan preman.
• 14 Desember Perang Cikijing, yaitu ribuan anggota LPI mendatangi pusat pelacuran Cikijing di perbatasan Subang-Karawang untuk menuntut balas kebiadaban para preman terhadap Habib Sholeh Al-Habsyi.
• 24 Desember Presiden RI ke-4, Gus Dur lewat Dialog di SCTV, mengultimatum pembubaran FPI.
Tahun 2001
• 27 Agustus Ratusan massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Mereka menuntut MPR/DPR untuk mengembalikan Pancasila sesuai dengan Piagam Jakarta. [2] [3]
• 9 Oktober FPI membuat keributan dalam aksi demonstrasi di depan Kedutaan Amerika Serikat dengan merobohkan barikade kawat berduri dan aparat keamanan menembakkan gas air mata serta meriam air.
• 15 Oktober Polda Metro Jaya menurunkan sekitar seribu petugas dari empat batalyon di kepolisian mengepung kantor Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III Jakarta Barat dan terjadi bentrokan
• 7 November Bentrokan terjadi antara Laskar Jihad Ahlusunnah dan Laskar FPI dengan mahasiswa pendukung terdakwa Mixilmina Munir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Dua orang mahasiswa terluka akibat dikeroyok puluhan laskar. [4]
Tahun 2002
• 7 Januari DPP-FPI mengeluarkan fatwa haram bagi Pemerintah untukmemungut pajak dari rakyat kecil, menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif Dasar Listrik (TDL), dan Pulsa Telepon, serta menyusutkan dana pelayanan masyarakat lainnya selama korupsi tidak diberantas.
• 28 Januari FPI Maluku menggugat Kapolri Rp 10 Miliar, karena dianggap melakukan diskriminasi terhadap kasus Ambon. [5]
• 26 Februari FPI dan Majelis Mujahidin Indonesia menyampaikan protes keras terhadap Kedutaan Besar Singapura tentang
o Pelarangan jilbab di Singapura
o Pernyataan provokatif Lee Kuan Yew. [6]
• 15 Maret[7]
o Panglima Laskar Front Pembela Islam (FPI), Tubagus Muhammad Sidik, menegaskan bahwa aksi sweeping terhadap tempat-tempat hiburan yang terbukti melakukan kemaksiatan merupakan hak masyarakat.
o Satu truk massa FPI (Front Pembela Islam) mendatangi diskotek di Plaza Hayam Wuruk.
o Sekitar 300 masa FPI merusak sebuah tempat hiburan, Mekar Jaya Billiard, di Jl. Prof Dr. Satrio No.241, Karet, Jakarta.
• 21 Maret DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan Protes Keras terhadap Filipina yang telah melakukan rekayasa intelijen dalam penangkapan para aktivis dakwah Islam. [8]
• 22 Maret DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang seruan penghentian dan pelarangan perjalanan ke Israel dengan dalih wisata ziarah ke Al-Aqsa atau alasan apapun yang tidak berkaitan dengan upaya pembebasan Al-Aqsa
• 24 Maret Sekitar 50 anggota FPI mendatangi diskotek New Star di Jl. Raya Ciputat. FPI menuntut agar diskotek menutup aktivitasnya. Tempo Interaktif
• 25 Maret DPP-FPI menyatakan penolakan kedatangan Shimon Peres, Menlu Israel ke Indonesia. Surat pernyataan ini diikuti oleh Patroli Anti Israel yang digelar Laskar FPI di berbagai daerah, khususnya bandara-bandara internasional dan tempat-tempat wisata di Indonesia.
• 8 April FPI bersama puluhan ormas Islam lain mendeklarasikan pembentukan Komite Pembebasan Al-Aqsha (KPA) di Kantor Pusat DPP-FPI yang kemudian dijadikan sebagai Sekretariat Bersama KPA. Saat itu juga dibuka pendaftaran jihad ke Palestina. Di hari pertama tidak kurang dari 10.000 mujahid telah mendaftarkan diri. KPA dibentuk dengan tujuan jangka panjang memerdekakan Al-Aqsha dari penjajahan zionis Yahudi Israel. Karenanya, pendaftaran tersebut akan tetap dibuka sehingga tujuan utama KPA terealisasi. [9]
• 17 Mei Ketua FPI Sumatera Utara, Sulistyo, ditikam sekelompok pemuda. [10]
• 20 Mei Ketua Umum FPI diundang ke Departemen Kehakiman dan HAM, untuk mengomentari Draft III Rancangan Undang-Undang Terorisme.
o Pada saat yang sama digelar Dialog Nasional dengan pemakalah
Prof. Dr. Romli Atmasasmita SH, LLM. Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional dan Guru Besar Hukum Pidana Internasional di Universitas Nasional
Prof. Dr. H. Muladi, SH. Mantan Menteri Kehakiman RI
Dr. Adnan Buyung Nasution, pendiri LBH
o Sementara sebagai pembanding adalah
H. Ahmad Sumargono, anggota Komisi I DPR RI dari fraksi Partai Bulan Bintang dan
Habib Muhammad Rizieq Syihab, Ketua Umum FPI
• 24 Mei Puluhan massa dari Front Pembela Islam (FPI) di bawah pimpinan Tubagus Sidiq menggrebek sebuah gudang minuman di Jalan Petamburan VI, Tanah Abang, Jakarta Pusat. [11]
• 26 Juni Usai berunjuk rasa menolak Sutiyoso di Gedung DPRD DKI [12], massa Front Pembela Islam (FPI) merusak sejumlah kafe di Jalan Jaksa yang tak jauh letaknya dari tempat berunjuk rasa. Dengan tongkat bambu, sebagian dari mereka merusak diantaranya Pappa Kafe, Allis Kafe, Kafe Betawi dan Margot Kafe. Tempo Interaktif
• 5 Agustus Perayaan ulang tahun ke-4 FPI dengan tema Pawai Hukum Islam. [13]
• 4 Oktober "Pencidukan" dua aktivis FPI dan seorang istri Komandan Laskar FPI oleh aparat Polres Metro Jakarta Pusat. [14] [15]
• 5 Oktober
o Penangkapan 8 aktivis FPI oleh Polres Metro Jakarta Pusat
o Dialog Ketua Umum FPI di Liputan 6 SCTV dengan dua perwira Polda Metro Jaya tentang penculikan dan penangkapan aktivis FPI
• 8 Oktober Dialog Ketua Umum FPI di Kupas Tuntas, Trans TV tentang Aksi FPI tanggal 3 Oktober
• 14 Oktober Sekitar 300 orang pekerja beberapa tempat hiburan di Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI. Mereka menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang mereka anggap telah melakukan aksi main hakim sendiri terhadap tempat hiburan. Tempo Interaktif
• 16 Oktober Pemeriksaan dengan penjagaan ketat terhadap Ketua Umum FPI Habib Rizieq di rumah tahanan Polda Metro Jaya dengan tuduhan penghinaan terhadap kepolisian lewat Dialog di SCTV dan Trans-TV. [16]
• 6 November Lewat rapat singkat yang dihadiri oleh sesepuh Front Pembela Islam (FPI), maka Dewan Pimpinan Pusat FPI, mengeluarkan maklumat pembekuan Laskar Pembela Islam di seluruh Indonesia untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. [17]
• 26 Desember
o FPI menyatakan menemukan sepuluh penyusup di organisasinya. [18]
o Laskar FPI akan diaktifkan kembali. [19]
Tahun 2003
• 20 Januari Front Pembela Islam (FPI) bersama Forum Ulama Se-Jawa dan Sumatra menuntut pemerintahan Megawati Soekarnoputri diganti jika dalam waktu satu bulan tidak bisa menyelesaikan masalah kenaikan harga BBM, tarif dasar listrik, dan telepon, serta masalah bangsa lainnya. (Tempo Interaktif)
• 14 Maret Laskar FPI siap bantu Wartawan yang diintimidasi "Orang-Orang" Tommy Winata. (Tempo Interaktif)
• 23 Maret FPI dan ormas Islam lainnya melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk menentang serangan terhadap Irak. (Tempo Interaktif)
• 8 April Ketua Umum FPI dengan Tim Kemanusiaan Hilal Merah Indonesia berangkat ke Yordania, untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan ke Irak.
• 20 April Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ditahan di Markas Polda Metro Jaya Jakarta (1) setelah dijemput paksa dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng (2).
• 21 April
o Habib Rizieq Sihab Dilarikan Pendukungnya Secara Paksa. (Tempo Interaktif)
o Menjelang Maghrib, Habib Rizieq menyerahkan diri ke Rumah Tahanan Salemba.
• 8 Mei Habib Muhammad Rizieq mulai diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
• 22 Mei Koordinator lapangan laskar Front Pembela Islam (FPI) Tubagus Sidik bersama sepuluh anggota laskar FPI menganiaya seorang pria di jalan tol, dan mereka ditangkap 23 Mei. (Tempo Interaktif)
• 1 Juli Rizieq menyesal dan berjanji akan menindak anggota FPI yang melanggar hukum negara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (Tempo Interaktif)
• 10 Juli
o Dalam unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Jakarta, FPI menolak pembebasan David A Miauw. (Tempo Interaktif)
o FPI mendukung Majalah Tempo dalam melawan Premanisme. (Tempo Interaktif)
• 11 Agustus Majelis hakim memvonis Habib Rizieq dengan hukuman tujuh bulan penjara. (Tempo Interaktif)
• 19 September DPP-FPI bersama Laskar FPI, Ormas Islam dan istri aktivis yang diculik mengadakan aksi di Mabes Polri dengan tema Stop Penculikan.
• 13 Oktober DPP-FPI menyampaikan surat ke DPRD DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta tentang Pelarangan buka bagi Tempat Hiburan selama bulan Ramadhan 1424 H dan seminggu pertama Syawal.
• 19 November Ketua FPI Habib Rizieq bebas. (Tempo Interaktif)
• 18 Desember menurut Ahmad Sobri Lubis, Sekretaris Jenderal FPI, usai bertemu Wakil Presiden Hamzah Haz di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Front Pembela Islam (FPI) berjanji akan mengubah paradigma perjuangannya, tidak lagi menekankan pada metode perjuangan melalui gerakan massa dan kelaskaran. Perjuangan lebih ditekankan lewat pembangunan ekonomi, pengembangan pendidikan dan pemberantasan maksiat melalui jalur hukum. (Tempo Interaktif)
• 19 Desember Musyawarah Nasional I Front Pembela Islam berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. Said Agil Al-Munawar.
Tahun 2004
• 21 Februari Pelantikan Pengurus Dewan Pengurus Pusat - FPI di Gedung Joeang, Jakarta (Tempo Interaktif)
• 22 Agustus DPP-FPI menyatakan sikap untuk Golput terhadap Pemilu Presiden putaran ke-2. (Tempo Interaktif)
• 3 Oktober FPI menyerbu pekarangan Sekolah Sang Timur sambil mengacung-acungkan senjata dan memerintahkan para suster agar menutup gereja dan sekolah Sang Timur. Front Pembela Islam(FPI) menuduh orang-orang Katolik menyebarkan agama Katolik karena mereka mempergunakan ruang olahraga sekolah sebagai gereja sementara, yang sudah digunakan selama sepuluh tahun.
• 11 Oktober FPI Depok Ancam Razia Tempat Hiburan. (Tempo Interaktif)
• 22 Oktober FPI melakukan pengrusakan kafe dan keributan dengan warga di Kemang
• 24 Oktober Front Pembela Islam melalui Ketua Badan Investigasi Front FPI Alwi meminta maaf kepada Kapolda Metro Jaya bila aksi sweeping yang dilakukannya beberapa waktu lalu dianggap melecehkan aparat hukum. (Tempo Interaktif)
• 25 Oktober Ketua MPR yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nurwahid dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam cara-cara kekerasan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) dalam menindak tempat hiburan yang buka selama Bulan Ramadhan (Tempo Interaktif)
• 28 Oktober
o Meski menuai protes dari berbagai kalangan, Front Pembela Islam (FPI) tetap meneruskan aksi sweeping di bulan Ramadhan menurut Sekretaris Jenderal FPI Farid Syafi'i. (Tempo Interaktif)
o Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafi'i Ma'arif meminta aksi-aksi sepihak yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) terhadap kafe-kafe di Jakarta dihentikan. Dia menilai, apa yang dilakukan FPI merupakan wewenang pemerintah daerah dan kepolisian. (Tempo Interaktif)
• 23 Desember Sekitar 150 orang anggota Front Pembela Islam terlibat bentrok dengan petugas satuan pengaman JCT (Jakarta International Container Terminal). (Tempo Interaktif)
• 26 Desember Terjadi Bencana Tsunami di Nangroe Aceh Darussalam, FPI segera mengirimkan sukarelawan. Dimana di Aceh ini FPI mendapat nama harum sebagai sukarelawan yang paling bertahan dan bersedia ditugaskan di daerah-daerah yang paling parah, termasuk menjaga kesucian Mesjid Raya Baiturrahman, Aceh. (Tempo Interaktif)
Tahun 2005
• 5 Januari Relawan FPI menemukan Jenazah Kabahumas Polda NAD Kombes Sayed Husain yang meninggal karena bencana Tsunami, Aceh. (Tempo)
• 27 Juni FPI menyerang Kontes Miss Waria di Gedung Sarinah Jakarta
• 5 Agustus FPI dan FUI mengancam akan menyerang Jaringan Islam Liberal (JIL) di Utan Kayu
• 2 Agustus Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meminta pengelola Taman Kanak-kanak Tunas Pertiwi, di Jalan Raya Bungursari, menghentikan kebaktian sekaligus membongkar bangunannya. Jika tidak, FPI mengancam akan menghentikan dan membongkar paksa bangunan.
• 23 Agustus Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Abdurrahman Wahid meminta pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI) menghentikan aksi penutupan paksa rumah-rumah peribadatan (gereja) milik jemaat beberapa gereja di Bandung. Pernyataan itu disampaikan Wahid untuk menyikapi penutupan paksa 23 gereja di Bandung, Cimahi, dan Garut yang berlangsung sejak akhir 2002 sampai kasus terakhir penutupan Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot, Bandung pada 22 Agustus 2005 lalu.
• 5 September, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh FPI
• 22 September FPI memaksa agar pemeran foto bertajuk Urban/Culture di Museum Bank Indonesia, Jakarta agar ditutup
• 16 Oktober FPI mengusir Jamaat yang akan melakukan kebaktian di Jatimulya Bekasi Timur
• 23 Oktober FPI kembali menghalangi jamaat yang akan melaksanakan kebaktian dan terjadi dorong mendorong, aparat keamanan hanya menyaksikan saja.
• 18 Oktober Anggota Front Pembela Islam (FPI) membawa senjata tajam saat berdemo di Polres Metro Jakarta Barat.
• 19 September FPI diduga di balik penyerbuan Pemukiman Jamaah Ahmadiyah di Kampung Neglasari, Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.
Tahun 2006
• 19 Februari Ratusan massa Front Pembela Islam berunjuk rasa ke kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dan melakukan kekerasan
• 14 Maret FPI membuat ricuh di Pendopo Kabupaten Sukoharjo
• 12 April FPI menyerang dan merusak Kantor Majalah Playboy
• 20 Mei, anggota FPI menggerebek 11 lokasi yang dinilai sebagai tempat maksiat di Kampung Kresek, Jalan Masjid At-Taqwa Rt 2/6, Jati Sampurna, Pondok Gede
• 21 Mei Dalam aksi mendukung RUU APP, FPI, MMI dan HTI menyegel kantor Fahmina Institute di Cirebon
• 23 Mei FPI, MMI, HTI, dan FUI meminta klarifikasi KH Abdurrahman Wahid dalama forum Dialog Lintas Etnis dan Agama di Purwakarta Jawa Barat, atas pernyataannya yang menghina al-Qur'an sehingga acara berakhir sebelum waktunya. Namun mendadak sejumlah media massa mengabarkan Gus Dur diusir dari forum sehingga memicu kemarahan pendukungnya. Lihat juga: Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta
• 25 Mei FPI melakukan perusakan terhadap sejumlah tempat hiburan dan warung minuman di Kampung Kresek, Jatisampurna, Bekasi. Front Pembela Islam (FPI) cabang Bekasi, mengepung kantor Polres Metro Bekasi.
Tahun 2007
• 25 Januari. Ratusan orang anggota FPI, yang dipimpin oleh Habib Rizieq, mendatangi markas Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk meminta dilakukannya investigasi terhadap serangan yang dilakukan Polri di kawasan Tanahruntuh, Poso, Sulawesi Tengah beberapa hari sebelumnya. Kawasan ini telah lama ditengarai sebagai pusat gerakan teror JI yang dilakukan di Kabupaten Poso.
• 29 Maret. Massa FPI yang jumlahnya ratusan orang tiba-tiba menyerang massa Papernas yang rata-rata kaum perempuan di kawasan Dukuh Atas, pukul 11.20 WIB. FPI menuduh bahwa Papernas adalah partai politik yang menganut paham Komunisme.
• 29 April. Massa FPI mendatangi acara pelantikan pengurus Papernas Sukoharjo karena tidak suka dengan partai tersebut yang dituduh beraliran komunis.
• 1 Mei. Aksi peringatan Hari Buruh Internasional May Day 2007, diwarnai ketegangan antar gabungan massa aksi Front Pembela Islam (FPI) dan Front anti Komunis Indonesia (FAKI) dengan massa Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta (ARPY). Ketegangan yang terjadi di depan Museum Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta tersebut karena FPI dan FAKI menuduh gerakan ARPY terkait dengan Partai Persatuan Nasional (Papernas) yang menurut mereka beraliran komunis. Kericuhan hampir memuncak saat seorang massa FAKI menaiki mobil koordinator aksi, dan dengan serta merta menarik baju koordinator ARPY yang saat itu sedang berorasi.
• 9 Mei. Puluhan anggota FPI mendatangi diskotek "Jogja Jogja" dan mengusir orang-orang yang bermaksud mengunjungi tempat hiburan ini. Alasannya, diskotek ini menggelar striptease secara rutin.
• 12 September. FPI merusak rumah tempat berkumpul aliran Wahidiyah, karena menganggap mereka sesat.
• 24 September. Di Ciamis, FPI merusak warung yang buka pada bulan puasa serta memukuli penjual dan pembelinya. Alasannya mereka menjual barang-barang haram (seperti minuman keras) di bulan Ramadan.
• 28 September. FPI Jakarta bentrok dengan polisi yang membubarkan konvoi mereka, sementara di Jawa Tengah FPI menegur seorang warga dengan alasan tidak cukup jelas.
• 29 September. FPI merazia beberapa warung makan di Tasikmalaya.Setiap warung yang kepergok menyiapkan makanan siap saji langsung ditutup. Pemilik warung juga diberikan selebaran berisi imbauan menghormati bulan suci Ramadan. Aksi ini dikawal polisi. [20]
Tahun 2008
Salah seorang korban penyerangan laskar islam.
• 1 Juni. Massa FPI menyerang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak di sekitar Monas. Massa AKK-BB waktu itu sedang berdemo memprotes SKB Ahmadiyah. [21] Tak hanya memukul orang, massa FPI juga merusak mobil-mobil yang terparkir di sekitar lokasi tersebut. [22]
• 24 September. FPI merazia dan merusak sejumlah warung nasi dan pedagang bakso di wilayah Pasar Wetan, Tasikmalaya, karena berjualan makanan pada bulan Ramadan. Aksi ini kemudian dibubarkan polisi. [23]
Tahun 2010
• 30 April Puluhan orang yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) mendatangi Hotel Bumi Wiyata di Jalan Margonda Raya, Beji, Depok, Jawa Barat. Sekalipun polisi mencoba menghadang, massa ini tetap menerobos ke hotel, untuk membubarkan Seminar Waria yang sedang berlangsung. Sejumlah gelas dan piring hancur menjadi sasaran amuk massa. Zaenal Abidin, salah seorang pembicara yang juga perwakilan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, menjadi sasaran kemarahan massa saat mencoba menjelaskan materi acara. Salah seorang anggota FPI pun memukulnya. Seusai beraksi, massa pun membubarkan diri, sambil memberikan ancaman akan kembali jika acara tetap dilangsungkan.[24]
• 25 Mei FPI mengupayakan untuk membongkar patung tiga mojang di Bekasi secara paksa. [25]
• 28 Mei Saat perayaan waisak dan solat jumat FPI melakukan bongkar patung tatung naga di Pontianak secara paksa.
Diposkan oleh islamic di 18.31 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Label: Perdagangan
Kamis, 03 Juni 2010
Mujahidin syahid
GAZA (Arrahmah.com) – Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas mengatakan ratusan mujahid telah siap lakukan aksi isytisyhad, hal ini disampaikan oleh jurubicara Al-Qassam, Abu Obeida.
Al-Qassam menjebak militer Israel dengan memasuki sebuah bangunan di wilayah Beit Lahiya yang berisi para pejuang yang siap menghabisi militer Israel. Saat mereka melakukan baku tembak, salah seorang pejuang meledakkan dirinya di dekat tank-tank milik Israel. Ini adalah aksi bom syahid pertama yang dilakukan Al-Qassam. Dan Al-Qassam memiliki ratusan mujahid yang siap melakukan aksi serupa untuk menjatuhkan banyak korban di kubu Israel. Sebuah aksi yang mereka yakini, tidak akan berani dilakukan tentara-tentara Israel.
Obeida juga mengatakan pertempuran antara militer Israel dengan para pejuang Palestina telah merambah ke wilayah-wilayah yang dikuasai Israel, seperti bukit Ar-Rayis, bukit Al-Kashif dan Al-Atra, dekat Gaza.
Sebuah pertempuran hebat terjadi Selasa (6/1) antara pejuang Palestina dengan tentara Israel di Yunis Khan, Gaza Selatan.
Lebih dari 10 tentara Israel telah tewas dan lebih dari 40 lainnya mengalami luka-luka, kebanyakan mengalami luka berat.
Obeida memperingatkan Israel, bahwa ribuan pejuang Palestina telah dipersiapkan untuk memenangkan pertempuran.
Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert dengan entengnya mengatakan, “Kami tidak berniat menyerang jalur Gaza,” seperti yang dilansir harian Israel, Haaretz.
“Kami tidak ingin menduduki Gaza dan membunuh setiap teroris, kami hanya ingin membawa perubahan untuk wilayah selatan,” lanjutnya.
Tidak jelas, maksud perkataan Perdana Menteri Negara biadab tersebut. Perubahan seperti apa yang dia inginkan setelah menelan hampir 700 nyawa penduduk Gaza dan sebagian besar korban yang tewas, adalah warga sipil. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)
Diposkan oleh islamic di 23.52 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Label: mujahidin
Sejarah Islam
Islam berawal pada tahun 622 ketika wahyu pertama diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira', Arab Saudi. Sejarah Islam menceritakan perkembangan Islam sampai sekarang.
[sunting]
Pendahuluan
Risalah Islam dilanjutkan kembali oleh Nabi Muhammad s.a.w. di Jazirah Arab pada abad ke-7 masehi ketika Nabi Muhammad s.a.w.mendapat wahyu dari Allah s.w.t. Setelah kematian Rasullullah s.a.w. kerajaan Islam berkembang sampai Samudra Atlantik di Barat dan Asia Tengah di Timur.
Tanggal 12 Rabiul awwal adalah hari kelahiran Nabi Muhammad saw, yang oleh sebagian kaum islam diperingati sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Ada yang memperingati dengan penuh hikmat, biasa-biasa saja dan ada yang berlebihan meriahnya dan ada pula yang tidak memperingatinya sama sekali. Faktanya memang terdapat perbedaan pendapat tentang merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, antara yang setuju dan yang menolak dengan mengatakannya sebagai bid’ah. Walau bagaimana pun memperingati kelahiran dengan penuh hikmah, dengan mengenang sirah Rasulullah yang penuh dengan keagungan adalah sebuah perbuatan yang terpuji. Walaupun pun harus kita yakini juga bahwa Maulid Nabi Muhammad saw adalah sebagai bid’ah, katakanlah bid’ah hasanah. Sehingga kita bisa menyadari bahwa tempatkanlah peryaan ini pada tempatnya yang sebenarnya, jangan berlebih-lebihan. Karena kita dapati banyak yang sedemikian rupa memperingati Maulid Nabi Muhammad saw, sehingga terkesan bahwa perayaan yang ada jauh sekali dari esensi perayaan itu sendiri. sampai Samudra Atlantik di Barat dan Asia Tengah di Timur.
Namun demikian, kemunculan kerajaan-kerajaan Islam seperti kerajaan Umayyah,kerajaan Abbasiyyah, kerajaan Seljuk/Turki Seljuk,Kekhalifahan Ottoman,Kemaharajaan Mughal,India,dan Kesultanan Melaka telah menjadi kerajaaan yang kuat dan besar di dunia. Tempat belajar ilmu yang hebat telah mewujudkan satu Tamadun Islam yang agung.Banyak ahli-ahli sains, ahli-ahli filsafat dan sebagainya muncul dari negeri-negeri Islam terutama pada Zaman Emas Islam.
Pada abad ke-18 dan ke-19 masehi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa. Setelah Perang Dunia I, Kerajaan Ottoman yaitu kekaisaran Islam terakhir tumbang.
Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam merupakan sebuah kawasan yang dilewati oleh jalur sutera. Kebanyakkan orang Bangsa Arab/Arab merupakan penyembah berhala dan ada sebagian merupakan pengikut agama Kristen dan Yahudi.Mekah ialah tempat suci bagi bangsa Arab ketika itu karana di situ terdapatnya berhala-berhala agama mereka dan juga terdapat Telaga Zamzam dan yang paling penting sekali Kaabah yang didirikan oleh Nabi Ibrahim beserta Ismail, anak beliau.
Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan di Mekah pada Tahun Gajah (570 atau 571 masihi). Ia merupakan seorang anak yatim sesudah ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibunya Aminah binti Wahab meninggal dunia. Ia dibesarkan oleh pamannya yaitu Abu Thalib. Baginda kemudiannya menikah dengan Siti Khadijah dan menjalani kehidupan yang bahagia.
Namun demikian, ketika Nabi Muhammad s.a.w. berusia lebih kurang 40 tahun, beliau didatangi oleh Malaikat Jibril a.s. Sesudah beberapa waktu beliau mengajar ajaran Islam secara tertutup kepada rekan-rekan terdekatnya yang dikenal sebagai "as-Sabiqun al-Awwalun(Orang-orang pertama yang memeluk Islam)"dan seterusnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah.
Pada tahun 622 masehi, baginda dan pengikutnya hijrah ke Madinah. Peristiwa ini disebut Hijrah. Peristiwa lain yang terjadi setelah hijrah adalah dimulainya kalender Hijrah.
Mekah dan Madinah kemudiannya berperang. Nabi Muhammad s.a.w. memenangi banyak pertempuran walaupun ada di antaranya tentera Islam yang tewas. Lama kelamaan orang-orang Islam menjadi kuat dan berhasil menaklukkan Kota Mekah. Setelah wafatnya Nabi Muhammad s.a.w., seluruh Jazirah Arab di bawah penguasaan orang Islam.
Diposkan oleh islamic di 20.19 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Label: Sejarah
Pertempuran Israel & gaza
Diperbaharui pada: 30 Desember, 2008 - Published 12:51 GMT
Serangan Israel di Gaza
Israel ingin serangan roket dari Gaza berhenti
Kini Israel dan Hamas terlibat dalam aksi yang disebut menteri pertahanan Israel Ehud Barak "perang hingga akhir" mari kita lihat pilihan yang mereka miliki.
Pertama-tama, apakah memang ini merupakan perang hingga akhir?
Bisa jadi demikian, dan bisa jadi akan lebih buruk situasinya karena jika perang sudah dimulai, tidak mudah mengontrolnya.
Tetapi terkaan yang paling mungkin adalah mereka akan terus bertempur hingga ada intervensi diplomatik yang bisa diterima kedua kubu, atau setidaknya berada di posisi yang tidak memungkinkan mereka menolak.
Para jenderal Israel selalu mempertimbangkan dua jenis waktu dalam melaksanakan operasi militer.
Yang pertama memperlihatkan bahwa mereka harus mencapai tujuan militer yang sudah ditentukan.
Tank milik Israel
Israel memiliki lebih banyak pilihan dibanding Hamas
Yang kedua memperlihatkan banyaknya waktu yang tersisa sebelum tekanan internasional agar gencatan senjata ditetapkan menjadi tidak mungkin untuk ditolak.
Jam diplomatik ini berjalan seiring dengan jumlah kematian warga sipil, dan dengan jumlah warga Palestina yang tewas demikian tinggi, jam itu berdetak semakin kencang.
Hamas merupakan organisasi yang kurang konvensional.
Para pemimpinnya sadar reputasi mereka terbentuk oleh ideologi perlawanan.
Semakin menderita mereka, semakin keras mereka berjuang, semakin tinggi dukungan terhadap mereka di Timur Tengah.
Di wilayah yang penuh dengan kemarahan terhadap Israel dan sekutu baratnya, Hamas tidak akan menerima usul apapun yang akan membatasi aksi yang menurut mereka merupakan hak untuk berjuang.
Kelompok ini ingin mengirim pesan bahwa mereka tidak terintimidasi dan akan terus berjuang demi seluruh pihak di dunia yang marah dengan aksi Israel, dan juga kerumitan sekutu baratnya.
Akan tetapi kepemimpinan Hamas sangat cerdik. Kelompok ini mungkin akan menerima kesepakatan yang membuatnya semakin diakui di panggung internasional dan memberi napas baru pada pasukannya.
Namun untuk saat ini Israel masih menjalankan rencananya, mencoba untuk menguasai keadaan.
Dan Israel mendapat perlindungan dari pemerintahan Bush, yang masih memanfaatkan tembakan diplomatis di bulan terakhir kekuasaannya dengan mengatakan gencatan senjata memang diinginkan, tetapi hanya jika Hamas menghentikan aksi penembakan.
Disaat perang masih berlangsung, Israel memiliki lebih banyak pilihan dibandingkan Hamas.
Perang tak seimbang
Israel memiliki militer yang kuat dan modern. Hal ini tidak berarti kemenangan standar secara militer sudah pasti, karena jika sudah pasti Irak sudah menggempur Gaza sejak dulu.
Gedung Gaza digempur Israel
Israel memiliki militer modern
Perang di Gaza, seperti juga banyak konflik lain di dunia saat ini, merupakan pertempuran antara si kuat dan si lemah.
Para pakar strategi menyebutnya perang asimetris atau tak seimbang.
Dalam perang seperti ini, kubu yang lemah sadar mereka tidak punya harapan untuk mengalahkan si kuat dalam perang frontal.
Jadi, mereka berusaha memperkuat kemampuan yang dimiliki dan mendayagunakannya untuk menyerang titik yang dianggap sebagai titik lemah.
Contoh yang paling ekstrim adalah pukulan luar biasa yang dihasilkan oleh sekelompok kecil pembajak yang menabrakkan pesawat komersial ke gedung World Trade Center 11 September 2001.
Hamas sangat ingin memukul Israel sekuat mungkin dan telah mengancam untuk mengerahkan pembom bunuh diri dan juga roket.
Tetapi organisasi ini ingin juga membuat pukulan dari Israel balik memukul.
Sejak tekanan internasional terhadap israel diawali dengan jumlah korban yang tewas dari kalangan warga Palestina, satu caranya adalah berkonsentrasi dalam perang media.
Ini sangat berarti dalam perang tidak seimbang.
Menang dalam perang media di dunia yang tidak pernah berhenti dari komunikasi langsung, merupakan bagian besar dalam memenangkan perang.
Ketika jenderal Wesley Clark dari Amerika menjadi komandan pasukan Nato di Kosovo tahun 1999, dia selalu memasang stasiun televisi berita di kantornya selama 24 jam.
Israel untuk saat ini melarang wartawan internasional masuk ke Gaza.
Garis yang konsisten
Negara itu jug amenyatakan sebagian besar wilayah Israel di perbatasan Gaza sebagai zona militer tertutup yang memberi kekuasaan pada tentara untuk mengusir para wartawan.
Ibu dan anak Palestina
Jumlah warga sipil yang tewas banyak, Israel mendapat tekanan
Juru bicara Israel di seluruh dunia ters mengemukakan pernyataan yang konsisten.
Mereka berulang kali, tanpa lelah, menegaskan bahwa Israel bertindak untuk membela diri, bahwa wilayah kedaulatannya dilanggar oleh serangan roket dan bahwa negara manapun yang berada dalam posisi itu akan melakukan hal yang sama.
Selain pernyataan menteri pertahanan mengenai perang hingga akhir, tampaknya ada upaya untuk tidak mempergunakan kata-kata yang bombastis.
Hal berbeda terjadi dalam perang di Lebanon tahun 2006, membebani Israel dengan visi kemenangan yang sangat tidak mungkin tercapai.
Namun Israel juga ingin mengirim pesan lain.
Negara itu menyerang simbol-simbol kekuasan dan prestise Hamas, seperti Universitas Islam di Gaza.
Israel yakin bisa merusak posisi Hamas sehingga tidak akan bisa lagi melontarkan roket melintasi perbatasan.
Negara ini memanda satu cara untuk memisahkan kepemimpinan Hamas dan pendukung utamanya dari warga Palestina di Gaza adalah dengan memperlihatkan betapa besar kerusakan yang diderita warga akibat tindakan Hamas.
Hal itu tampaknya tidak akan terjadi.
Bagi warga Palestina, apapun yang dikatakan oleh Israel soal serangan itu adalah hinaan terhadap semua pihak.
Untuk Israel sendiri, ini bukan hanya menggalahkan Hamas semata.
Negara itu ingin menghilangkan rasa ragu terhadap kompentensi militer Israel yang tercipta sejak dipaksa berperang hingga akhir oleh Hezsbollah Lebanon tahun 2006.
Israel menyebutnya memperbaiki kekuatan militer. Artinya mereka ingin membuat calon musuh takut akan kemungkinan aksi yang bisa dilakukan oleh Israel.
Terorisme: Perang Salib
21.03
teman sejati
Posted in
perang salib
Abdullah Azzam, Mujahid Afghanistan Yang Menemui Syahid
23.33
teman sejati
Setelah lengkap berpakaian, pada tengah hari Jumaat, 24 November 1989, Abdullah Azzam bersama 2 orang anaknya, Muhammad dan Ibrahim melangkah keluar dari rumahnya untuk menyampaikan khutbah Jumaat di Masjid Sab’ul lail di Pakistan.
Mereka menggunakan kenderaan untuk ke masjid tersebut. Perjalanan ke masjid dari rumah beliau tidaklah jauh. Hanya kira-kira 10 minit menaiki kenderaan. Setelah lima minit Abdullah Azzam dan 2 orang anaknya meninggalkan rumah kediaman mereka, satu letupan kuat dan menggegarkan mengejutkan orang ramai di sekitar kawasan tersebut.
Orang-orang berhamburan keluar dari masjid dan menyaksikan pemandangan yang mengerikan. Hanya sedikit saja yang tersisa dari kendaraan yang hancur lebur. Tubuh anaknya yang kecil, Ibrahim, terlempar ke udara sejauh 100 meter, demikian pula anaknya seorang lagi, beterbangan pada jarak yang hampir sama. Potongan-potongan tubuh mereka tersebar di pohon-pohon dan kawat-kawat listrik. Sementara tubuh As-Syahid Syeikh Abdullah Azzam tersandar di dinding, tetap utuh dan tidak cacat sama sekali, kecuali sedikit darah terlihat mengalir dari mulut beliau.
“Kecintaan pada jihad telah menguasai hidupku, jiwaku, perasaanku, hatiku, dan segenap inderaku.”
Begitulah Abdullah Azzam, salah satu putera terbaik Palestin, mengungkapkan kecintaannya pada jihad. Beliau ialah ulama yang mendakwahkan jihad dan memasukkannya ke rumah-rumah kaum muslimin. Menyalakan api jihad dalam dada ribuan pemuda Islam, lalu membawa nyala jihad itu ke Afganistan dan ke seluruh penjuru dunia.
Beliau ialah mujahid yang mencurahkan seluruh hidupnya untuk berjihad di jalan Allah. Ahli zuhud yang berpaling dari kemewahan dunia dan memilih kenikmatan medan jihad. Ratusan tulisan dan pidatonya, oleh para ulama dan cendekiawan muslim di dunia, diakui mampu menghidupkan roh baru dalam diri umat. Seolah-olah beliau dipilih Allah SWT untuk menegakkan kembali kewajiban yang telah dilupakan sebagian besar umat Islam, iaitu jihad.
Beliaulah yang menyedarkan umat, jihad ialah nyawa dan eksistensi ummat Islam. Dalam sebuah wasiatnya beliau mengatakan, “Sesungguhnya orang-orang yang beranggapan bahwa agama Allah akan jaya tanpa jihad dan perang, tanpa titisan darah dan luka-luka tubuh mereka adalah para pemimpi yang tidak tahu tabiat agama ini. Jihad adalah tulang punggung dakwah kalian, benteng agama kalian dan perisai syariat kalian”
Abdullah Azzam ialah cahaya pada wajah umat abad dua puluh. Ketokohannya dalam membawa umat memahami cara hidup yang dikehendaki Islam sangat besar. Dialah yang menghidupkan sunnah Rasulullah s.a.w.. dan menyatukan madrasah (tempat menuntut ilmu) dengan mu`askar (tempat latihan perang). Menyatukan masjid dengan medan tempur. Dan menyatukan ucapan dengan perbuatan. Dia bukan ulama biasa, namun ulama dan mujahid besar yang pantas mendapat gelaran syeikhul jihad abad 20. Namanya pantas disejajarkan dengan Abdullah bin Mubarak dan Izzudd
in bin Abdussalam.
Lahirnya
Abdullah Azzam lahir pada tahun 1941 di desa Asba’ah Al-Hariyeh, Jenin, Palestin yang diduduki Israel. Beliau dibesarkan di sebuah rumah yang bersahaja dimana beliau dididik Agama Islam, ditanamkan kecintaan terhadap Allah SWT dan RasulNya s.a.w., terhadap mujahid yang berjuang di jalan-Nya, dan terhadap orang-orang yang shaleh yang mencintai kehidupan akhirat.
Semasa masih kanak-kanak, Abdullah Azzam sangat menonjol di antara kanak-kanak lainnya. Beliau sudah mulai menyiarkan dakwah Islam semenjak masih sangat muda. Teman-teman sepergaulan mengenal beliau sebagai seorang anak yang soleh. Beliau telah menunjukkan tanda-tanda yang luar biasa sejak muda dan guru-guru beliau telah mengenali tanda-tanda itu sejak beliau masih di Sekolah Dasar.
Pendidikannya
Syeikh Abdullah Azzam dikenal kerana ketekunan dan kesungguhannya bahkan sejak masih kecil. Beliau memperoleh pendidikan dasar dan menengah di desanya dan kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pertanian Khadorri hingga memperoleh gelar. Meskipun beliau yang termuda di antara teman-temannya, namun beliau adalah yang terpandai dan terpintar.
Setelah menamatkan pendidikannya di Khadorri beliau bekerja sebagai guru di desa Adder, Jordan Selatan. Kemudian beliau menuntut ilmu di Fakulti Syariah Universiti Damsyik Suriah hingga memperoleh gelar B.A (sarjana muda) di bidang Syariah pada tahun 1966. Ketika tentara Yahudi merebut Tebing Barat pada tahun 1967, Syeikh Abdullah Azzam memutuskan untuk pindah ke Jordan, kerana beliau tidak ingin hidup di Palestin yang berada di bawah pendudukan Yahudi. Melihat bagaimana tentera-tentera Israel maju memasuki Tebing Barat tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti menimbulkan perasaan bersalah dalam diri beliau sehingga membuat beliau makin mantap untuk hijrah dengan maksud agar dapat mempelajari ilmu perang.
Menyertai Jihad Palestin
Syeikh Abdullah Azzam cukup lama turut serta dalam jihad Palestin. Namun ada hal yang tidak disukainya, iaitu orang-orang yang terlibat di dalamnya sangat jauh dari Islam. Beliau menggambarkan bagaimana orang-orang ini berjaga-jaga sepanjang malam sambil bermain kartu dan mendengarkan muzik, dan menganggap bahwa mereka sedang menunaikan jihad untuk membebaskan Palestin. Syeikh Abdullah Azzam menyebutkan juga meskipun ada ribuan orang di basis-basis pemukiman, tetapi jumlah orang yang hadir untuk solat berjamaah bisa dihitung dengan satu tangan saja. Beliau
berusaha mendorong mereka untuk menerapkan Islam sepenuhnya, namun mereka bertahan untuk menolak. Suatu hari beliau bertanya kepada seorang ‘Mujahid’ secara retoris, agama apa yang ada di belakang revolusi Palestin, ‘Mujahid’ itu menjawab dengan jelas dan gamblang: “Revolusi ini tidak memiliki dasar agama apapun”
Habislah kesabaran Abdullah Azzam. Beliau kemudian meninggalkan Palestin, pindah ke Arab Saudi dan mengajar di berbagai universitas di sana.
Kesedaran Jihad dan Menyertai Jihad Afghanistan
Saat Syeikh Abdullah Azzam menyedari bahawa hanya dengan kekuatan yang terorganisir umat ini bisa menggapai kemenangan, lalu jihad dan senjata adalah kesibukan dan pengisi waktu luangnya.
“Jihad hanya dengan senjata, tidak dengan negosiasi, tidak dengan perundingan damai, tidak dengan dialog”
Kalimat tersebut menjadi semboyan beliau. Beliau praktikkan apa yang selalu beliau kumandangkan, sehingga membuat beliau menjadi salah satu di antara orang Arab pertama yang bergabung dalam jihad di Afghanistan melawan Uni Soviet yang komunis.
Pada tahun 1980, ketika masih di Saudi Arabia, Abdullah Azzam memperoleh kesempatan berjumpa dengan satu delegasi mujahidin Afghanistan yang datang untuk menunaikan ibadah haji. Segera beliau tertarik dengan kelompok ini dan ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai jihad Afghanistan. Ketika dijabarkan kepadanya, beliau merasa inilah yang sejak lama beliau cari-cari.
Beliau segera melepaskan jabatannya sebagai dosen di Universiti King Abdul Aziz Jeddah Saudi Arabia, dan berangkat menuju Islamabad Pakistan agar dapat lebih dekat dengan jihad Afghanistan, dan di sanalah beliau mengenal pemimpin-pemimpin mujahidin. Saat-saat pertama berada di Pakistan, beliau ditunjuk untuk memberikan kuliah di International Islamic Universiti di Islamabad. Namun tidak lama ini berlangsung, karena beliau memutuskan untuk meninggalkan universitas agar bisa mencurahkan seluruh waktu dan energinya untuk jihad di Afghanistan.
Pada permulaan dekad 1980-an, Syeikh Abdullah Azzam langsung turun ke medan jihad Afghanistan. Di jihad inilah beliau merasa puas bisa memenuhi kerinduan dan cinta yang tak terlukiskan untuk berjuang di jalan Allah SWT, persis seperti suatu kali Rasulullah SAW bersabda:
قيام ساعة في الصف للقتال في سبيل الله خير من قيام ستين سنة
“Berdiri satu jam dalam pertempuran di jalan Allah SWT lebih baik daripada berdiri menunaikan solat selama enam puluh tahun”
Terinspirasi oleh hadis ini, Syeikh Abdullah Azzam beserta keluarganya memutuskan pindah ke Pakistan agar lebih dekat dengan medan jihad. Tidak lama setelah itu beliau pindah lagi dari Islamabad ke Peshawar supaya bisa lebih dekat lagi dengan medan jihad dan syahid.
Di Afghanistan beliau jarang menetap di suatu tempat. Beliau selalu berkeliling ke seluruh pelosok negeri mengunjungi hampir seluruh propinsi dan wilayah seperti Logar, Kandahar, pegunungan Hindukush, lembah Panshir, Kabul dan Jalalabad. Dalam kunjungan ini, Syeikh Abdullah Azzam menyaksikan secara langsung kepahlawanan orang-orang awam yang telah mengorbankan segala apa yang dimiliki termasuk jiwa mereka demi jayannya Dien Islam.
Di Peshawar, setelah kembali dari berkeliling, Syeikh Abdullah Azzam selalu berbicara tentang jihad secara kontinyu. Beliau selalu berdoa agar para Komandan Mujahidin yang terpecah belah dapat bersatu padu. Beliau selalu mengundang orang-orang yang belum bergabung dalam pertempuran untuk memanggul senjata dan maju ke garis depan sebelum terlambat.
Sangat Dipengaruhi Jihad Afghanistan
Abdullah Azzam sangat dipengaruhi oleh jihad Afghanistan dan beliaupun sangat besar pengaruhnya pada jihad ini, sejak beliau mengabdikan diri sepenuhnya dalam perjuangan. Beliau menjadi salah satu tokoh yang paling menonjol dan berpengaruh bersama dengan pemimpin-pemimpin bangsa Afghanistan lainnya. Beliau tidak tanggung-tanggung mempromosikan perjuangan Afghanistan ke seluruh dunia, khususnya ke kalangan Umat Islam. Beliau berkeliling dunia, menyampaikan panggilan kepada kaum muslimin untuk beraksi mempertahankan agama dan tanah muslim. Beliau menulis sejumlah buku tentang jihad, seperti Joint the Caravan, Signs of Ar-Rahman in the Jihad of the Afghan, Defence of the Muslim Lands and Lovers of the Paradise Maidens. Bahkan beliau turun langsung ke medan jihad Afghanistan, meskipun usia beliau telah lebih dari 40 tahun. Beliau menjelajahi Afghanistan, dari utara ke selatan, dari timur ke barat, menembus salju, mendaki pegunungan, di bawah panas terik matahari dan dingin membekukan tulang, dengan menunggang keledai maupun berjalan kaki. Banyak pemuda yang bersama beliau kelelahan, namun Syeikh Abdullah Azzam tidak.
Beliau mengubah pandangan umat Islam terhadap jihad di Afghanistan dan menjadikan jihad ini sebagai perjuangan yang Islami yang merupakan kewajiban seluruh umat Islam di dunia. Hasil dari usaha ini adalah jihad Afghanistan menjadi universal dimana umat Islam dari seluruh penjuru dunia turut serta. Para pejuang muslim dari seluruh penjuru dunia secara sukarela berdatangan ke Afghanistan untuk memenuhi kewajiban jihad dan membela saudara-saudara muslimin dan muslimah mereka yang tertindas.
Kehidupan Syeikh Abdullah Azzam berkisar hanya kepada satu tujuan, yakni menegakkan hukum Allah SWT di muka bumi ini, yang merupakan tanggung jawab yang pasti bagi setiap dan segenap umat muslim. Dalam rangka melaksanakan tugas suci dalam hidup ini yaitu menegakkan kembali Khilafah Islamiyah (negara yang berdasarkan pada hukum Islam), Syeikh Abdullah Azzam mengkonsentrasikan kepada jihad (perjuangan bersenjata untuk menegakkan Islam). Beliau berkeyakinan bahwa jihad wajib dilaksanakan sampai Khilafah Islamiyah ditegakkan sehingga cahaya Islam menerangi seluruh dunia.
Beliau juga menjaga dan memelihara keluarganya dengan semangat perjuangan yang sama, sehingga isterinya, sebagai contoh, aktif mengurus anak-anak yatim piatu dan aktif dalam berbagai tugas kemanusiaan di Afghanistan. Beliau menolak jabatan di beberapa universitas dengan menyatakan bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan jihad kecuali jika gugur di medan perang atau terbunuh. Beliau selalu menekankan kembali bahwa tujuannya yang terakhir adalah membebaskan tanah suci Palestin. Dalam hal ini beliau menyatakan:
“Saya tidak akan meninggalkan tanah jihad kecuali karena tiga hal. Pertama saya terbunuh di Afghanistan, kedua saya terbunuh di Pakistan, ketiga saya diborgol dan diusir dari Pakistan.”
Jihad Afghanistan telah membuat Abdullah Azzam menjadi penyangga utama dalam gerakan jihad di jaman modern sekarang. Dengan turun langsung dalam jihad ini dan dengan mempromosikannya serta menjelaskan kendala-kendala yang menghambat gerakan jihad, beliau memiliki peranan yang sangat berarti dalam meluruskan pendapat umat Islam tentang jihad dan perlunya menegakkan jihad. Beliau menjadi panutan bagi generasi muda yang menyambut panggilan jihad. Beliau amat mementingkan jihad dan butuh akan jihad. Sekali waktu beliau berkata:
“Saya merasa seolah-olah berumur sembilan tahun. Tujuh setengah tahun dalam jihad di Afghanistan dan satu setengah tahun dalam jihad di Palestina. Sisa tahun lainnya tidak berarti sama sekali”
Dari atas mimbar Syeikh Abdullah Azzam berulangkali menekankan keyakinannya:
“Jihad tidak boleh ditinggalkan sampai hanya Allah SWT saja yang disembah, jihad akan terus berlangsung sampai kalimat Allah SWT ditinggikan. Jihad sampai semua orang yang tertindas dibebaskan. Jihad untuk melindungi kehormatan kita dan merebut kembali tanah kita yang dirampas. Jihad adalah jalan untuk mencapai kejayaan abadi”
Sejarah dan semua orang yang mengenal dekat Syeikh Abdullah Azzam mencatat keberanian beliau dalam berbicara tentang kebenaran, dengan mengabaikan segala konsekuensi yang ada.
Setiap saat Syeikh Abdullah Azzam mengingatkan seluruh kaum muslimin bahwa:
“Umat Islam tidak dapat dikalahkan oleh umat lainnya, kita umat Islam tidak akan dikalahkan oleh musuh-musuh kita, namun kita bisa dikalahkan oleh diri kita sendiri.”
Seorang Yang Berperilaku Islami
Syeikh Abdullah Azzam adalah contoh seorang yang berperilaku Islami dengan baik, dengan amal solehnya, dengan ketaqwaannya kepada Allah SWT dan dengan kesederhanaannya dalam segala hal. Beliau tidak pernah mencemari hubungan baiknya dengan orang lain. Syeikh Abdullah Azzam selalu mendengarkan pendapat para pemuda, beliau amat disegani dan tidak terbersit sedikitpun rasa takut di dalam hatinya. Beliau selalu berpuasa selang seling hari seperti yang dilakukan Nabi Daud ‘alaihi salam. Dan juga selalu menghimbau yang lainnya untuk berpuasa Senin dan Kamis. Syeikh Abdullah Azzam adalah orang yang selalu berterus terang, tulus, dan mulia. Beliau tidak pernah mencaci orang lain atau berbicara yang tidak baik mengenai orang lain.
Satu saat sekelompok muslim yang tidak puas di Peshawar mencap Syeikh Abdullah Azzam sebagai kafir dan menuduhnya meminta wang dari kaum muslimin untuk dihambur-hamburkan. Ketika Syeikh Abdullah Azzam mendengar hal ini, beliau tidak mencari dan mendebat mereka, malah mengirimi mereka berbagai hadiah. Namun kelompok tersebut tetap saja mencaci maki, mengumpat dan memfitnah beliau, dan beliau terus saja mengirimi mereka hadiah lainnya. Bertahun-tahun kemudian, ketika akhirnya menyedari kesalahan, mereka berkomentar:
“Demi Allah, kami belum pernah menemui seseorang seperti Syeikh Abdullah Azzam. Beliau tetap saja memberi kami wang walaupun kami selalu mengutuk dan mencaci beliau.”
Selama jihad Afghanistan berlangsung, beliau telah berhasil menyatukan berbagai kelompok mujahidin dalam jihad ini. Dan tentu saja kebanggaan beliau terhadap Islam menimbulkan rasa benci di kalangan musuh agama, sehingga musuh membuat rencana untuk menghabisi nyawa beliau. Pada November 1989, sejumlah bahan peledak TNT diletakkan di bahwa mimbar dimana beliau selalu menyampaikan khutbah Jumat. Demikian besarnya jumlah bahan peledak tersebut sehingga seandainya meledak akan menghancurkan seluruh masjid termasuk apa saja dan siapa saja yang ada di dalamnya. Ratusan muslimin dapat terbunuh. Namun Allah SWT memberikan perlindungan-Nya dan bom tersebut tidak meledak.
Syahid Dengan Cara Gemilang
Musuh-musuhpun semakin berhasrat melaksanakan rencana gilanya. Mereka mencubanya sekali lagi di Peshawar, tidak lama berselang setelah kejadian tersebut. Ketika itulah Allah SWT berkehendak agar Syeikh Abdullah Azzam meninggalkan dunia ini dalam keadaan syahid menuju haribaaan-Nya (kita berharap demikian, Insya Allah SWT). Dan Syeikh Abdullah Azzam wafat dengan cara yang gemilang pada hari Jumat 24 November 1989 pukul 12.30 tengah hari.
Musuh-musuh Allah SWT meletakkan tiga bom di jalan sempit dimana hanya bisa dilewati satu kenderaan saja. Jalan tersebut adalah jalan yang biasa dilalui oleh Syeikh Abdullah Azzam untuk menunaikan solat Jumaat. Pada hari Jumaat itu Syeikh Abdullah Azzam bersama dengan 2 anaknya, Ibrahim dan Muhammad, serta salah seorang anak Syuhada Syeikh Tamim Adnani (salah seorang pahlawan jihad Afghanistan lainnya), melalui jalan tersebut. Kenderaanpun berhenti dimana bom yang pertama berada dan Syeikh Abdullah Azzam turun untuk meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Musuh-musuh yang sudah menanti segera memicu bom yang telah mereka persiapkan tersebut. Bunyi ledakan dahsyat menggoncang hebat terdengar di seluruh penjuru kota.
Orang-orang berhamburan keluar dari masjid dan menyaksikan pemandangan yang mengerikan. Hanya sedikit saja yang tersisa dari kendaraan yang hancur lebur. Tubuh anaknya yang kecil, Ibrahim, terlempar ke udara sejauh 100 meter, demikian pula kedua anak lainnya, beterbangan pada jarak yang hampir sama. Potongan-potongan tubuh mereka tersebar di pohon-pohon dan kawat-kawat listrik. Sementara tubuh As-Syahid Syeikh Abdullah Azzam tersandar di dinding, tetap utuh dan tidak cacat sama sekali, kecuali sedikit darah terlihat mengalir dari mulut beliau.
Ledakan itu telah mengakhiri perjalanan hidup Syeikh Abdullah Azzam di dunia yang telah beliau lalui dengan baik melalui perjuangan, daya upaya sepenuhnya dan pertempuran di jalan Allah SWT. Hal ini semakin menjamin kehidupannya yang sebenarnya dan abadi di taman syurga – kita memohon kepada Allah SWT demikian - , dan menikmatinya bersama dengan teman-teman yang mulia yakni:
وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقاً
“Dan barangsiapa yang mentaati Allah SWT dan Rasul-Nya mereka ini akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah SWT, yaitu para Rasul, para Shiddiqiin, orang-orang yang mati Syahid dan orang-orang soleh. Dan mereka inilah teman yang sebaik-baiknya”. (QS An-Nisaa’: 69)
Pengurusan Jenazahnya
Apabila orang ramai mengetahui bahawa yang terbunuh itu ialah Abdullah Azzam, ramai di antara mereka menitiskan air mata. Orang ramai kemudiannya membantu membawa mayat beliau dan 2 orang anaknya ke hospital yang berdekatan.
Setelah doktor mengesahkan ketiga-tiga mereka itu tidak lagi bernyawa, maka jenazah tersebut kemudiannya dibawa ke rumah rakan seperjuangan beliau, pemimpin Ittihad Islami, Abdul Rabbir Rasul Sayyaf sementara menunggu untuk dikebumikan.
Dalam pada itu, orang ramai yang menunggu jenazah Abdullah Azzam dan anaknya, terbau haruman kasturi daripada bilik tempat jenazah mereka ditempatkan. Ini menguatkan lagi keyakinan mereka, bahawa Abdullah Azzam serta 2 orang anaknya, dicabut nyawa oleh Allah sebagai seorang syuhada. Haruman tersebut ialah salah satu petanda bahawa perjuangan Abdullah Azam telah mencapai matlamat yang sering dirindukannya.
Pada solat Maghrib malam itu, ribuan orang daripada pelbagai lapisan bangsa yang hadir untuk solat jenazah kepada jasad Abdullah Azzam berserta 2 orang anaknya itu.
Dengan cara seperti inilah pahlawan besar dan Penggerak Kebangkitan Islam meninggalkan medan jihad dan dunia ini, dan tidak akan pernah kembali lagi. Beliau dimakamkan di Makam para Syuhada Pabi di Peshawar Pakistan, dimana beliau bergabung bersama-sama dengan ratusan syuhada lainnya. Semoga Allah SWT menerima beliau sebagai syuhada dan menganugerahinya tempat tertinggi di surga (amin). Pertempuran yang telah beliau lalui dan telah beliau perjuangkan tetap berlanjut melawan musuh-musuh Islam. Tidak satupun tanah jihad di seluruh dunia, tidak seorang pun mujahidin yang berjuang di jalan Allah SWT yang tidak terinspirasi oleh hidup, ajaran, dan karya Syeikh Abdullah Azzam Rahmatullah ‘alaih
Kita memohon kepada Allah SWT untuk menerima amal ibadah beliau dan menempatkan beliau di surga tertinggi. Kita memohon kepada Allah SWT untuk membangkitkan dari umat ini ulama-ulama lain sekaliber beliau, yang menerapkan pengetahuannya di medan perjuangan, bukan hanya menyimpannya di dalam buku dan di dalam masjid saja.
Melalui biografi ini, telah dirakam kejadian-kejadian dalam sejarah Islam selama sepuluh tahun terakhir dari tahun 1979 hingga 1989, dan akan terus berlanjut sebagaimana Syeikh Abdullah Azzam berkata:
“Sesungguhnya sejarah Islam tidaklah ditulis melainkan dengan darah para syuhada, dengan kisah para syuhada, dengan teladan para syuhada”
يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (32) هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ (33)
“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah SWT dengan mulut mereka, dan Allah SWT tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai” (At-Taubah: 32-33)
Posted in
mujahid yang syahid
Islam memusuhi Sai Baba
18.50
teman sejati
Salah satu tanda akhir zaman yang akhir-akhir ini cukup menyedot perhatian adalah kehadiran seorang bernama Sai Baba, dia lahir dan tinggal di Desa Nilayam Puthaparti, wilayah timur Khurasan, tepatnya India Selatan.
Rasulullah saw bersabda kepada kami, Dajjal akan keluar dari bumi ini dibagian timur bernama Khurasan (Jamiu at Tirmidzi).
Abû Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:"Hari Kiamat tidak akan datang hingga 30 Dajal (pendusta) muncul, mereka semua berdusta tentang Allah dan
Rasul-Nya. "
Bisa jadi Sai Baba ini adalah salah satu dari 30 dajal-dajal kecil yang akan membuka jalan bagi munculnya al-Masîh al-Dajjâl (Dajjal nantinya akan berperang dengan imam mahdi dan di bunuh oleh nabi Isa as). wallahu al'am..
Laki-laki ini memiliki kemampuan menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang lumpuh dan buta, bahkan mampu menurunkan hujan dan mengeluarkan tepung dari tangannya. Ia juga mampu berjalan melintasi belahan bumi dalam sekejap, menciptakan patung emas, merubah besi menjadi emas, dan banyak lagi berbagai fitnah yang ditunjukkan oleh
Sai Baba kepada ribuan orang - bahkan - jutaan yang datang dari berbagai suku bangsa dan agama. Saat ini laki-laki ini sudah memiliki puluhan juta pengikut..
Maka sudah saatnya bagi setiap muslim untuk mengetahui masalah ini, agar dirinya tidak menjadi korban berikutnya dari fitnah Sai Baba ini.
"Dajjal adalah seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah dan berambut keriting..."(HR.Bukhari dan Muslim)
"Diawal kemunculannya, Dajjal berkata, Aku adalah nabi, padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata, Aku adalah Rabb kalian, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati (HR.Ibnu Majah)
Antara DAJJAL dan SAI BABA
1) Dajjal seorang laki yang berpostur pendek, gempal, berambut kribo, berkaki bengkok (agak pengkor). Sai Baba seorang yang berpostur pendek dan berambut kribo.
2) Dajjal memiliki mata yang buta. Sai Baba pernah mengalami kebutaan di waktu muda kemudian sembuh kembali.
3) Dajjal datang dan bersama ada gunung roti dan sungai air. Sai Baba memiliki kemampuan mengeluarkan vibhuti (tepung suci) dari udara melalui tangannya.
4) Dajjal memiliki kemampuan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan depat dan kecepatannya seperti hujan badai atau secepat awan yang ditiup angin kencang. Sai Baba memiliki kemampuan berjalan menjelajahi bumi dalam hitungan kejapan mata.
5) Dajjal mengikuti pengikut yang sangat banyak, bahkan di akhir zaman nanti banyak manusia yang berangan-angan untuk berjumpa dengan Dajjal. Sai Baba memiliki pengikut yang jumlahnya puluhan juta manusia dari berbagai macam suku, bangsa, negara dan agama.
6) Dajjal akan muncul dengan mengaku sebagai orang bijak/ baik, sehingga banyak sekali orang yang tertarik untuk mengikutinya. Sai Baba mengaku seabgai orang yang bijak yang membawa misi perdamaian, cinta kasih menghapuskan segala persengketaan dengan bijaksana.
7) Dajjal akan muncul dan sebagai nabi. Sai Baba memposisikan dirinya sebagai nabi kepada pengikut2nya. Cool Dajjal akang menggunakan nama Al-Masih. Sai Baba mengaku akan menjelma sebagai Isa Al-Masih setelah tahun 2020.
9) Dajjal akan mengaku sebagai Tuhan. Sai Baba mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan penguasa alam semesta.
10) Dajjal akan mendakwahkan agama Allah. Dalam banyak majelis darshanya Sai Baba banyak berbicara tentang Islam, Al-Qur'an dan keharusan untuk memahaminya.
11) Dajjal mampu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit. Sai Baba memiliki kemampuan menghidupkan orang mati juga menyembuhkan
penyakit kanker.
12) Dajjal dapat menurunkan hujan. Sai Baba memiliki kemampuan menurunkan hujan dan mendatangkan air untuk irigasi (di NTT sedang di bangun proyek Sai Baba untuk pengairan di daerah yang kering).
13) Dajjal bisa mengeluarkan perbendaharaan (perhiasan dan harta) dari bangunan yang roboh, lalu perbendaharaan itu akan mengikuti ratunya. Sai Baba mampu menciptakan patung emas, kalung emas, injil mini dan berbagai bentuk medalai berlafadz ALLAH dalam sekejap.
14) Dajjal akan membunuh seseorang dan menghidupkannya kembali. Sai Baba bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal dunia.
15) Dajjal bisa berpindah raga dan tempat dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Sai Baba bisa berpindah dari satu jasad ke jasad lainnya yang merupakan benruk reinkarnasi dirinya.
16) Dajjal bisa membesarkan tubuhnya. Sai Baba memliki kemampuan berjalan di udara dan membuat kemukjizatan pada sebuh pesawat terbang.
17) Dajjal biasa keluar masuk pasar dan makanan. Sai Baba juga manusia biasa yang makan dan minum sebagaimana manusia lainnya, ia juga bisa berjalan ke pasar, rumah sakit, proyek irigasi dan tempat lain yang biasa dikunjungi manusia.
18) Cool Dajjal bisa memerintahkan bumi untuk mengeluarkan tumbuh2an dan air. Sai baba bisa mengeluarkan air dengan hentakan kakinya.
19) Dajjal tidak memliki anak. Sai Baba mandul, ia tidak beranak dan tidak berkeluarga (tidak menikah).
20) Dajjal memimpin orang yahudi. Sai Baba memiliki misi menyebarkan teologi zionis.
21) Dajjal muncul di zaman pertikaian. Sai Baba mengklaim bahwa ia datang dari masa banyak pertikaian dan persengketaan, dan kedatangannya untuk menegakkan kebenaran dan membinasakan kejahatan
wahai kaum muslimin, apa lagi yang kita tunggu, marilah segera kita kembali kepada Allah dan rasulnya.
"Jika salah seorang diantara kalian telah menyelesaikan bacaan tasyahhud akhirnya, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat hal.
Hendaknya ia berkata : 'Ya Allah, aku memohon perlindungan pada Mu dari siksa Neraka Jahannam, adzab kubur, fitnah (cobaan) hidup dan mati serta dari keburukan fitnah Dajjal."
Posted in
islam musuhi sai baba
Kebiadaban Israel versus muslim Palestina
18.40
teman sejati
Israel seolah-olah sudah kehilangan akal sehat untuk menyempurnakan kesengsaraan masyarakat Palestina sampai pada penyerbuan kapal bantuan yang membawa relawan kemanusiaan yang akan melakukan misi kemanusiaan di Palestina. Terlihat bahwa apa pun akan dilakukan Israel supaya masyarakat Palestina tetap sengsara dan di bawah baying-bayang kekejaman Israel. tidak saja merampas hak-hak individu masyarakat Palestina tetapi sampai wilayah keyakinan. Misalnya, mengganggu ketenangan umat Islam Palestina dengan memasuki wilayah Masjid al-Aqsa tempat suci yang harus dipelihara dan tidak boleh diusik Israel. Sementara itu, korban yang telah berjatuhan sudah tidak terhitung lagi banyaknya.
Dalam kaitan itu, masih segar dalam ingatan kita pada tahun 2007 yang lalu Isrel juga melakukan serangkaian serangan ke Libanon dan Jalur Gaja karena disebabkan tentera Palestina menawan dua orang tentra Israel sehingga peristiwa tersebut dijadikan sebagai alasan untuk menjustifikasi serangan mereka ke dua negara di atas. Akhirnya, akibat agresi tersebut memakan korban yang tidak sedikit bagi pihak kaum muslimin, sekalipun mereka angkat kaki dari Libanon.
Melihat kedua peristiwa di atas merupakan suatu indikasi yang sangat jelas karakter dan sifat keangkuhan Israel yang telah menyejarah dalam peradaban manusia. Bagaimana tidak umat Islam dari seluruh penjuru dunia sudah melakukan pengutukan terhadap sikap Israel terhadap rakyat Palestina, namun hanya dianggap seperti angin lalu saja.
Setidaknya, , melihat sikap yang ditunjukkan Israel tersebut dapat kita lihat makna tersirat, di antaranya:
Pertama, Israel menganggap umat Islam sama sekali tidak diperhitungkan dan dipertimbangkan dari segala aspek. Suatu hal yang tidak terbantahkan secara kuantitas tidak dapat dipungkiri jumlah umat Islam memang sangat banyak namun secara kualitas masih lemah dan tidak punya kekuatan yang perlu untuk dipertimbangkan terlebih lagi untuk ditakuti, kendati pun Israel dikelilingi negara Arab yang notebene muslim.
Kedua, mereka melihat bahwa umat Islam hanya punya keberanian pada tingkat pernyataan tidak setuju atau yang sering kita dengar dengan kutukan-kutukan serta kecaman tetapi untuk melakukan tindakan yang sifatnya nyata sangat kecil kemungkinan, seperti melakukan pemutusan hubungan diplomatik, embargo ekeonomi, politik , dan sebagainya.
Ketiga, keberanian mereka semakin meningkat tidak dapat dinafikan karena faktor dunia Barat yang menjadi penopang mereka dalam segala tindakan dan agresi yang mereka lakukan, setidaknya dunia Barat tidak respon terhadap aksi-aksi Israel terhadap Palestina. Dengan kata lain, mereka sudah menganggap besar dan punya kekuatan sehingga apapun yang mereka lakukan terhadap umat Islam di Palestina tidak menjadi perhitungan bagi mereka sedikitpun.
Keempat, cukup panjangnya masa konflik yang terjadi di Paletina yang tidak kunjung selesai mengindikasikan bahwa umat Islam lemah dan menggambarkan kondisi umat Islam yang tidak solid dan tidak mempunyai ruh ukhuwah yang tinggi. Inilah yang dijadikan momen bagi Israel untuk melakukan aksi-aksi biadabnya.
Keempat poin di atas menggambarkan realitas kondisi kelemahan umat Islam dan kuatnya Israel dalam skala internasional sehingga dapat leluasa melakukan segala tindakan yang bertujuan untuk memperkukuh kekuasaan mereka di Palestina bahkan pada tingkat puncaknya berupaya mengusir umat Islam dari Palestina.
Selain itu, betapa dahsyatnya pelanggaran Hak Asas Manusia (HAM) yang dilakukan Israel tidak pernah menjadi sorotan dunia internasional khususnya Amerika Serikat yang dianggap sebagai world coup (polisi dunia), yang selalu melakukan pengintain secara terus menerus terhadap negara-negara yang tidak menerima konsep demokrasi versi mereka serta mengejar para teroris yang sering diasosiasikan kepada umat Islam. Kendati pun sikap Barak Obama sedikit berbeda dengan Presiden sebelumnya namun tetap saja tidak berdampak cukup baik bagi umat Islam Palestina.
Padahal, penyerangan yang dilakukan Israel terhadap masyarakat muslim Palestina sepanjang konflik telah memakan ratusan korban jiwa bahkan mungkin mencapai ribuan jiwa jika agresi yang mereka lakukan berlanjut. Sungguh Israel biadab, dan tidak punya hati nurani melihat banyaknya korban tewas dari anak-anak, orang tua dan menghancurkan fasilitas-fasilitas umum, seperti rumah sakit, mesjid, sekolah yang menjadi kebutuhan primer dan tempat perlindungan masyarakat Palestina. Melihat keangkuhan dan kebiadaban Israel selama ini yang telah melanggar penegakan HAM masyarakat Palestina sudah semestinya dunia Internasional menetapkan para petinggi Israel sebagai penjahat dan pelangar HAM yang mesti diseret ke mahkamah internasional
Secara teologis pada dasarnya Allah Swt di dalam Al-Quran sudah lama menginformasikan sifat, karakter bahkan respon mereka terhadap umat Islam. Merasa paling pintar, sombong, keras kepala merupakan sifat orang Yahudi yang ternyata sampai sekarang tidak berubah sedikit pun.
Terlebih lagi, kedengkian dan permusuhan kepada umat Islam yang dianggap sebagai suatu tindakan yang suci untuk terus diperjuangkan sehingga mereka dapat keluar menjadi pemenang dengan segala cara baik halus maupun kasar, benarlah apa yang diinformasikan Al-Quran dalam surat al-Baqarah ayat 120, Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang melihat kamu sebelum kamu memeluk atau mengikuti agama mereka”.
Oleh sebab itu, mungkin umat Islam harus bekerja keras untuk menggalang rasa solidaritas dan ukhuwah sesama umat Islam yang terkadang sudah tercerabut dari akarnya untuk dapat lebih mengedapankan kepentingan umat Islam bukan kepentingan isme negaranya masing-masing yang berakibat menipisnya semangat untuk saling membantu saudaranya.
Dalam hal ini, umat Islam seyogianya dapat menyadari dengan benar dan serius bahwa persoalan umat Islam selayaknya ditangani dan diselesaikan umat Islam sendiri. Tentunya organisasi negara-negara Islam seperti OKI dan organisasi kemanusiaan dapat bertindak dan memberikan bantuan kepada negara-negara Islam yang dilanda ancaman dan tekanan Yahudi internasional tidak hanya pada statemen. Sudah saatnya umat Islam di dunia memikir ulang kembali kondisi umat Islam di sunia secara global yang selalu dalam tekanan kekuatan Yahudi internasional. Dalam kaitan ini, Israel merupakan pusat Yahudi dengan segala kekuatan dan keangkuhan mereka, yang mana dalam skala global mereka mempunyai perpanjangan tangan yang cukup kuat yang bertujuan tidak baik terhadap umat Islam.
Penutup
Kebiadaban dan kesombongan yang ditampilkan Israel terhadap umat Islam Palestina merupakan karakter hidup dan sifat mereka yang diabadikan dalam Al-Quran. Kebijakan mereka membantai relawan kemanusiaan, memasuki wilayah sakral kaum muslimin seperti Masjid al-Aqsha serta pembantain mereka selama ini terhadap masyarakat Palestina satu bentuk indikasi keangkuhan yang mereka tunjukkan kendatipun umat Islam telah melontarkan kritikan dan kecaman tetapi hanya dianggap seperti angin lalu. Paling tidak, peristiwa ini menjadikan umat Islam lebih sadar akan pentingnya kebersamaan dan meningkatkan ukhuwah islamiyah di antara negara-negara Islam.
Posted in
israel vs palestina
Ustadz Farid Okbah : Revolusi Iran adalah Revolusi Syiah bukan Islam
18.30
teman sejati
Pada hari Sabtu yang lalu (2/5/2009) eramuslim berkesempatan menghadiri sebuah seminar tentang kajian mengenai Syiah di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru jakarta Selatan.
Banyak hal yang bisa di dapat dari kajian tersebut, dan selesai acara di tangga masjid Al-Azhar, eramuslim berkesempatan mewawancarai secara singkat pembicara utama dalam kajian tersebut yaitu Ustadz Farid Okbah, MA. Ustadz ini sangat terkenal dengan ketegasannya berkaitan dengan persoalan Aqidah.
Berikut wawancara singkat tersebut :
Bagaimana perkembangan Syiah di Indonesia saat ini?
Sangat mengkhawatirkan.
Apakah mereka sudah berani terang-terangan atau masih sembunyi-sembunyi?
Oh sudah berani, sudah terang-terangan mereka sekarang, kata Jalaluddin Rahmat (Kang Jalal) ketika Gusdur belum menjadi presiden, kita membawa Syiah itu seperti perempuan yang sedang hamil, ketika Gusdur sudah menjadi presiden maka dikeluarkanlah ijin resmi organisasi IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) oleh departemen dalam negeri di masa pemerintahan Gusdur.
Dalam pernyataan-pernyataannya IJABI tidak pernah secara terang-terangan menyebut diri atau mengklaim bahwa mereka adalah Syiah?
Iyalah, kalau mereka menyebut diri mereka terang-terangan adalah Syiah maka semua orang akan berlari, begitulah cara mereka, tapi itu pengakuan langsung jadi mereka melakukan Taqiyyah, tidak usah lembaga yang mereka gunakan untuk menarik orang menjadi Syiah. Coba antum lihat saja ICC itu (Islamic Cultural Center – di warung buncit Jaksel. red) tidak terang-terangan mereka mengatakan ke umum bahwa mereka Syiah tetapi dikalangan mereka jelas mereka akan terang-terangan. Makanya saya bilang mereka itu bermuka dua, di depan kita lain, di depan kalangan mereka lain lagi, seperti orang munafik
Bagaimana pergerakan mereka ke kalangan mahasiswa?
Di Depok, mereka bikin Madinatul Ilm yang mungkin khusus untuk menampung anak-anak muda dan mahasiswa UI dan juga dikampus-kampus lain. Kenapa mahasiswa? karena mereka anak-anak muda sangat potensial semangat tinggi tapi ilmu agama kosong.
Mereka sering melakukan pendekatan hati seperti cerita kisah-kisah sedih Karbala, sekarang mereka punya tokoh Ahmadinejad seperti Cheguevara-nya untuk timur tengah, bagaimana tanggapan Ustadz?
itulah secara politik mereka pandai mengemasnya namun kita tidak, makanya kita berbicara persoalan agama bukan politik. Kalau dikatakan Ahmadinejad pemberani, coba lihat apa yang dia perbuat dalam menghadapi Israel? Sekarang Iran bekerjasama dengan Amerika Serikat untuk memerangi Taliban, kenapa Taliban? karena Taliban adalah Ahlus Sunnah.
Bagaimana pandangan ustadz dengan Quraisy Syihab, apakah dia Syiah tulen?
Minimal membela Syiah secara terang-terangan kalau Othman Syihab itu Syiah tulen terang-terangan.
Anak muda Islam butuh tokoh, pada saat ini muncul Ahmadinejad atau Hassan Nasrullah yang berani bersikap, itu bagaimana Ustadz?
Makanya Islam tidak pernah menganjurkan figuritas kecuali kepada Rasulullah, karena bisa jadi yang kita figurkan itu banyak kesalahan.
Bagaimana cara mengantisipasi ajaran Syiah?
Ini harus ada gerakan menyeluruh, antara ulama, penguasa, tokoh-tokoh masyarakat dan mereka yang punya peduli atas terhadap gerakan Syiah yang membahayakan ini, karena kalau tidak mereka akan seperti di Yaman, mereka berkembang dan akhirnya mempunyai kekuatan bersenjata dan itu mereka akan melawan dengan kekuatan, karena itu mereka sudah ada indikasi di Indonesia melatih pemuda-pemuda dengan pelatihan militer, antum bisa baca di tabloid intelijen ada wawancara langsung dengan salah seorang tokoh pemuda Syiah yang membikin pelatihan militer di gunung, apa maknanya itu?
Jadi slogan Laa Syarqiyyah Wa Laa Gharbiyyah itu bohong?
Benar, lebih tepat mereka itu bukan revolusi Islam tetapi revolusi Syiah Iran.
Posted in
revolusi iran
Menanti Kehancuran Amerika dan Eropa
18.27
teman sejati
SEBUAH rapat digelar tiba-tiba di sebuah ruang di lantai tiga Gedung E, Departemen Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Berlangsung Selasa sore pekan lalu, pertemuan itu dihadiri pucuk pimpinan dari beragam institusi pemerintahan di bidang keuangan dan perbankan. Mereka mendadak bertemu karena indeks harga saham gabungan di lantai Bursa Efek Indonesia kelojotan.
Situasi di bursa saat itu memang bikin geger. Indeks saham terjun bebas 191,36 poin (7,7 persen) dari hari sebelumnya, sebelum ditutup pada posisi 2.294,52. Nilai kapitalisasinya tergerus Rp 136 triliun. Inilah nilai penurunan terbesar dalam lima tahun terakhir.
Padahal, tiga pekan sebelumnya, indeks sempat menyentuh posisi 2.830. Namun, krisis kredit hipotek perumahan dan ancaman resesi di Negara Abang Sam tak kenal belas kasihan. Dari jantung kapitalisme di Amerika, gelombang kejutnya menggerogoti indeks bursa di Eropa dan Asia—hingga terasa ke lantai bursa di kawasan Sudirman, Jakarta. Fluktuasi yang tinggi itu bukan tidak mungkin menciptakan guncangan yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.
Itu sebabnya para menteri ekonomi sampai membatalkan rapat privatisasi badan usaha milik negara yang sebelumnya sudah diagendakan. Menteri Koordinator Perekonomian Boediono dan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil—atas inisiatif Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati—memilih menghadiri rapat dengan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah dan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Ahmad Fuad Rahmany.
Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah juga hadir dalam pertemuan itu. Ia ditemani dua Deputi Gubernur BI, Budi Mulya dan Muliaman D. Hadad, serta Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah. ”Rapat itu untuk menyiapkan langkah koordinasi antarotoritas keuangan,” kata Raden Pardede, Ketua Forum Stabilisasi Sektor Keuangan, salah satu peserta rapat.
Sumber Tempo mengatakan, Menteri Sri Mulyani bahkan meminta agar setiap menteri ekonomi dibekali satu telepon seluler tersendiri yang mudah dihubungi demi memudahkan koordinasi dari ancaman resesi Amerika itu. ”Ponsel itu harus dihidupkan selama 24 jam,” kata sumber Tempo. ”Ini semacam saluran khusus bila terjadi apa-apa.”
Sedemikian seriuskah krisis yang bakal mendera? Itu semua tergantung seberapa cepat dampak krisis Amerika itu merangsek ke Indonesia dan seberapa lama krisis itu bakal berlangsung. Masalahnya, kata Raden, sulit memprediksi kapan kondisi akut perekonomian Amerika itu berakhir.
Itu sebabnya, pemerintah akan memperketat pengawasan di sektor keuangan dan perbankan. Dalam rapat selama hampir dua jam itu, pemerintah juga menyiapkan beberapa langkah pencegahan agar krisis di lantai bursa tidak menjalar ke mana-mana. ”Kami menyiapkan rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan paling buruk,” kata Raden menambahkan. Seperti apa langkah darurat itu, ia belum mau bercerita banyak.
Yang pasti, langkah itu disiapkan agar pemerintah tidak kelimpungan bila efek domino dari ancaman resesi Amerika benar-benar mendera. Pemerintah tampaknya tidak ingin tergelincir dua kali, seperti ketika krisis ekonomi menghunjam pada 1997. ”Kita harus tetap waspada,” kata Raden. ”Jangan sampai baru sadar ketika krisis sudah terjadi dan tidak tahu lagi harus berbuat apa.”
Hasil rapat itu kemudian disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat para menteri ekonomi dipanggil ke Istana Negara keesokan harinya. Setelah bertemu Presiden, Boediono berjanji pemerintah akan memperkokoh ekonomi dalam negeri. ”Supaya tidak rubuh kalau badai krisis datang,” katanya.
Untungnya kepanikan mereda karena bank sentral Amerika (The Federal Reserve) menurunkan suku bunga hingga 75 basis poin—tertinggi sejak peristiwa 9/11 enam tahun lalu—menjadi 3,5 persen. Langkah ini ditempuh setelah pelaku pasar tidak percaya kebijakan Presiden George W. Bush menyuntikkan US$ 150 miliar bisa menjadi obat pemulihan ekonomi negara itu.
Terbukti, penurunan suku bunga itu bisa meniupkan angin segar. Indeks Bursa Indonesia terkerek 7,92 persen pada Rabu lalu. Dua hari kemudian indeks ditutup pada posisi 2.620,493. Adapun perdagangan rupiah ditutup pada level Rp 9.330 per dolar Amerika—menguat 140 poin sejak bursa ambruk.
Pemerintah, pelaku usaha, dan investor bernapas lega—meski rasa waswas tetap ada.
l l l
KRISIS kredit hipotek perumahan di Amerika mencuat sejak pertengahan tahun lalu. Total kapitalisasi surat utang di pasar perumahan itu, menurut Mortgage Bankers Association di Washington, mencapai US$ 6 triliun (Rp 56.400 triliun dengan kurs 9.400).
Selangitnya nilai transaksi dipicu jorjorannya pasar properti Amerika sejak enam tahun lalu. Mereka menawarkan rumah beserta kreditnya dengan harga miring. Ini dipicu oleh rendahnya tingkat suku bunga, yang tiga tahun lalu pernah bertengger di angka 1 persen—terendah dalam 45 tahun terakhir.
Tak mengherankan bila pada saat bersamaan lembaga pengelola dana yang berinvestasi di pasar properti bak cendawan di musim hujan. Lowongan pekerjaan di sektor ini bertaburan. Namun, masa-masa emas itu surut setelah Juni 2004. The Fed, sebutan bank sentral Amerika, secara bertahap menaikkan suku bunga 25 basis poin. Pertengahan tahun lalu suku bunga The Fed nangkring di posisi 5,25 persen.
Itu memicu bunga kredit sektor perumahan jadi terkerek. Pasar pun lesu. Puncaknya, akhir Juli tahun lalu investor berbondong-bondong menyetop pembelian properti yang dikemas lewat kredit. ”Pinjaman yang tak laku membuat lembaga pengelola dana kesulitan,” kata Andy Roach, bekas manajer Capital One, salah satu lembaga pengelola dana di wilayah Chicago.
Situasi kian amburadul gara-gara melonjaknya bunga kredit mendorong tingginya tingkat gagal bayar oleh debitor. Gonjang-ganjing kredit macet itu, selain membuat pasar finansial global kelojotan, tapi juga menyuguhkan PHK massal.
Pemutusan hubungan kerja diumumkan hampir setiap hari. Countrywide Financial Corporation, pemberi kredit hipotek terbesar di Amerika, misalnya, merumahkan 12 ribu pekerjanya. Keputusan yang sama diambil Citigroup Incorporated, Merrill Lynch, Lehman Brothers Holding Incorporated, First National Bank Holding Co., HSBC, Home Lenders Holding Co., Scottsdale, dan IndyMac Bancorp Inc.
Pemberhentian karyawan ini menambah panjang daftar pengangguran yang terjadi. Krisis kredit perumahan yang terburuk sejak 17 tahun terakhir itu membuat pengangguran di Negeri Abang Sam menembus 5 persen pada akhir 2007.
Upaya The Fed dua kali menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 4,25 persen sejak pertengahan tahun lalu tak mampu meredam kekhawatiran pasar akan ancaman resesi Amerika.
Yang terjadi, pasar keuangan global kian loyo setelah dua pekan lalu Merrill Lynch, perusahaan efek terbesar di dunia, dan bank raksasa Amerika Citigroup mengumumkan kerugian kuartal keempat 2007. Dua perusahaan itu masing-masing merugi US$ 9,8 miliar (Rp 94 triliun). Kapitalisasi pasar Citigroup bahkan anjlok US$ 50 miliar.
Situasi itu kembali menimbulkan kepanikan pelaku pasar. Mereka lalu menjual saham besar-besaran. Aksi itu menjalar ke mana-mana. Indeks di berbagai penjuru dunia pun berguguran, yang mencapai puncaknya Selasa pekan lalu.
Di Indonesia, koreksi pasar modal diperparah oleh aksi short selling dan forced selling. Short selling adalah aksi menjual di muka pada harga lebih tinggi tanpa harus memiliki saham terlebih dahulu. Saham tersebut selanjutnya dibeli kembali oleh investor dengan harga yang lebih rendah. Bila dilakukan dalam jumlah besar, aksi itu berpotensi menekan indeks.
Tak cuma itu. Kebanyakan investor lokal juga bermain saham dengan pola margin trading. Dengan cara ini, melalui pinjaman dari perusahaan sekuritas, investor bisa mengoleksi saham melebihi modal yang dimiliki. Nah, ketika harga saham turun seperti kemarin, investor wajib menyetor dana tambahan ke perusahaan sekuritas (margin call). Bila tidak, perusahaan sekuritas bisa menjual paksa (forced selling) saham investor yang dijaminkan kepadanya.
Atas maraknya aksi itu, Fuad Rahmany berjanji akan memperketat fasilitas margin trading. Perusahaan sekuritas, kata Fuad, hanya diperbolehkan memberikan pinjaman 100 persen dari modal yang dimiliki investor. ”Yang melanggar akan dikenai sanksi,” katanya. Ini untuk mendisiplinkan pasar dari praktek short selling dan margin trading yang kebablasan. Selama ini, investor bisa mendapatkan pinjaman hingga tiga kali lipat dari modal yang dimiliki.
l l l
YANG kini menjadi tanda tanya khalayak, seberapa kokoh fondasi ekonomi Indonesia menghadapi ancaman resesi Amerika? Apalagi langkah penurunan suku bunga yang diambil The Fed itu, kata Kepala Ekonomi Citibank Indonesia Anton Gunawan, tidak cukup untuk membantu pemulihan ekonomi negara itu.
Penurunan itu malah bisa dibilang agak terlambat. ”Mestinya suku bunga diturunkan bulan lalu,” katanya. Anton menaksir pertumbuhan ekonomi Amerika pada kuartal pertama ini minus 0,7 persen.
Perlambatan ekonomi Amerika itu diperkirakan akan membuat The Fed menurunkan suku bunga 50 basis poin pada Rabu ini dan akhir kuartal semester kedua, sehingga suku bunga hanya 2,5 persen.
Dengan begitu, perlambatan ekonomi yang terjadi hingga akhir tahun diharapkan bisa pulih pada kuartal pertama tahun depan. Menurut proyeksi Citigroup, pertumbuhan Amerika akhir 2008 sekitar 1,5–1,6 persen dan naik menjadi 2,4–2,5 persen pada kuartal pertama 2009.
Meski ketidakpastian ekonomi Amerika berlanjut, Boediono optimistis ekonomi Indonesia mampu bertahan dari terpaan. Strateginya dengan menyeimbangkan pengeluaran dan penerimaan demi mengamankan anggaran.
Cara pengamanan itu juga akan ditempuh dengan meminta setiap departemen memotong 15 persen dari nilai anggaran. ”Karena banyak anggaran yang tidak masuk akal,” kata sumber Tempo. Permintaan ini disampaikan Menteri Sri Mulyani saat melakukan rapat koordinasi dengan Kepala BPS dan sembilan menteri lainnya di Kementerian Koordinator Perekonomian pekan lalu.
Senada dengan Boediono, Raden Pardede tak yakin gejolak di Amerika menimbulkan riak besar bagi Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah sektor keuangan yang menurut dia jauh lebih baik. ”Permodalan perbankan kuat. Rasio kredit bermasalah menurun,” katanya. Itu semua ditopang regulasi yang lebih prudent.
Risiko utang luar negeri pemerintah dan swasta pun tidak membahayakan. Total utang tahun ini, kata Raden, diperkirakan hanya sekitar 33-34 persen terhadap PDB. Bandingkan dengan saat krisis besar 1997 yang menembus 120 persen terhadap PDB.
Jadi, kalaupun dampak resesi nanti sampai di Indonesia, menurut Staf Khusus Menteri Koordinator Perekonomian M. Ikhsan, pengaruhnya tidak terlalu besar. ”Hanya menurunkan 0,2 persen pertumbuhan,” katanya. Kegiatan ekspor (kotor) Indonesia yang hanya sekitar 30 persen dari produk domestik bruto juga tidak akan sempoyongan, karena ekspor Indonesia tidak lagi bertumpu pada satu produk dan negara tertentu.
Kalaupun warga Amerika menekan konsumsi, itu hanya terjadi pada barang elektronik berteknologi tinggi yang diimpor dari Korea dan Taiwan. Sedangkan yang diekspor Indonesia bukan elektronik berteknologi tinggi. ”Sehingga dampak buat ekspor Indonesia tidak besar,” kata Anton.
Meski begitu ia menilai pertumbuhan 6,8 persen yang ditargetkan pemerintah sulit tercapai. Pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata dia, berkisar 6,2 persen dengan tingkat inflasi 6,7–6,8 persen. Angka itu bisa tercapai bila pekerjaan rumah alias PR pemerintah yang tertunda—seperti paket kebijakan investasi dan infrastruktur—segera diselesaikan.
Itu pun dengan catatan, BI harus menjaga kurs agar tidak di atas Rp 9.400 per dolar. Bila kurs tidak terjaga, efek inflasi akan merembet ke penurunan konsumsi yang ujungnya memperlambat pertumbuhan.
Faktor lain yang perlu diwaspadai adalah kepemilikan asing (per November) di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) Rp 219,7 triliun dan Surat Utang Negara (SUN) Rp 803,19 triliun. Portofolio ini belum termasuk saham yang kapitalisasi pasarnya Rp 1.844 triliun per Kamis pekan lalu.
Masalahnya, Anton memperkirakan, volatilitas bursa—yang indeksnya ditaksir bisa mencapai 3.100—akan sangat rentan sepanjang tahun ini. Tersentil sedikit oleh sentimen negatif, rentang fluktuasi harga akan bertambah lebar dan arah pergerakan pasar makin tidak menentu.
Imbasnya, dana milik asing yang berlimpah itu bisa kabur dari Indonesia. Kalau sudah begitu, ekonomi Indonesia dipastikan bakal terguncang karena dana yang keluar tidak seimbang dengan cadangan devisa Indonesia yang ”cuma” US$ 56,9 miliar.
Yandhrie Arvian
Terburuk Pasca-Perang Dunia
LUAR biasa dahsyat dampak krisis kredit macet perumahan (subprime mortgage) tahun lalu. Kredit macet itu tidak hanya merontokkan sektor keuangan Amerika Serikat, tapi juga mencetak ribuan penganggur baru dan mengantarkan ekonomi negeri itu ke jurang resesi.
Bukan hanya itu. Kredit macet itu sudah memakan korban baru. Selasa pekan lalu, seluruh bursa dunia rontok. Pelaku pasar khawatir paket pemulihan Presiden George W. Bush senilai US$ 145 miliar tak mampu mengobati kerusakan jantung ekonomi dunia itu. Malah dikhawatirkan krisis merembet ke bagian dunia yang lain. Apalagi, menurut pialang terkemuka George Soros, krisis ini terburuk setelah Perang Dunia II.
Heri Susanto, Indra Mutiara
Korban Berjatuhan
Krisis kredit macet perumahan telah meruntuhkan kejayaan para raksasa keuangan dunia. Tengok saja korban berikut ini
Citigroup
Rugi US$ 9,83 miliar, hapus buku kredit US$ 18,1 miliar, memangkas 4.200 karyawan.
Merrill Lynch
Rugi US$ 9,8 miliar, hapus buku kredit US$ 15 miliar, 1.600 karyawan dipecat.
Bank of America
Laba anjlok tinggal US$ 268 juta, hapus buku kredit US$ 5,28 miliar, 1.150 karyawan dipecat.
Wachovia
Laba anjlok tinggal US$ 51 juta, hapus buku US$ 1,7 miliar.
JP Morgan Chase
Laba turun 34 persen menjadi US$ 2,97 miliar, memangkas 100 orang karyawan.
Sejarah Berulang
1929
”Black Tuesday” menyerang bursa saham New York pada 29 Oktober 1929. Bursa kolaps dipicu oleh ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi masyarakat AS. Krisis begitu parah dan lama sehingga banyak pabrik, toko, dan bank tutup. Masyarakat kehilangan tabungan dan tempat tinggal. Pada 1932, seperempat penduduk AS menganggur. Resesi baru berakhir pada 1941, saat Amerika mulai terlibat Perang Dunia II.
1980
Krisis energi pada akhir 1970-an telah meruntuhkan ekonomi AS. Beberapa industri utama, seperti perumahan, manufaktur, dan otomotif, terpuruk bertahun-tahun. Inflasi menembus 10,3 persen dan pengangguran di atas 10 persen pada 1981. Untuk meredamnya, pemerintah memangkas pajak dan Federal Reserve menaikkan suku bunga.
2001
Dipicu oleh ambruknya saham-saham perusahaan dotcom (teknologi informasi) serta serangan teroris ke gedung World Trade Center pada 11 September 2001, ekonomi AS terguncang. Ketika itu, ekonomi melambat hingga di kisaran nol persen. Pengangguran melonjak ke 5,4 persen gara-gara perusahaan raksasa, seperti Lucent, Motorola, dan Hewlett-Packard, memecat puluhan ribu karyawan. Agar tak terjun ke jurang resesi, bank sentral AS memangkas suku bunga paling agresif sepanjang 17 tahun.
MENANTI KEHANCURAN AMERIKA DAN EROPA
Sebuah buku spektakuler tentang analisa kehancuran Amerika dan Eropa di akhir zaman dari berbagai sudut pandang : empiris, historis, sosial, ekonomi, dan nubuwah akhir zaman.
Di saat Uni Soviet yang mengusung komunisme tumbang, Perang Dingin berakhir, maka Amerika tampil sebagai negara super power yang menentukan hitam putihnya dunia. Di saat sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalisme diterima oleh lebih dari 90 % negara di dunia. Di saat 95 % negara anggota PBB mendukung Amerika dan sekutunya dalam memerangi Islam dan kaum muslimin melalui sandi operasi ‘perang global melawan terorisme’. Di saat Amerika dan sekutu-sekutunya melanggar aturan internasional, dan melakukan invasi militer kepada dua negara yang paling miskin dan lemah di dunia, Afghanistan dan Irak, tanpa ada satu negara pun yang mampu mencegah dan menghukumnya. Di saat Amerika Serikat terus memimpin sekutu-sekutunya dari Eropa Barat, Australia, Jepang, dan Korea Selatan untuk menuruti semua kehendaknya. Di saat Amerika telah menjelma bagaikan bangsa Mesir pada zaman Fir’aun, yang menginginkan bangsa-bangsa lain menghamba kepada mereka, mengikuti agama mereka, menyembah thagut, dengan cara memeras, menakut-nakuti, menyiksa, bahkan melenyapkan mereka. Di saat Amerika tampil mengangkangi segala negara dan lembaga di dunia, tak terkecuali PBB, yang dengan leluasanya Amerika bisa berbuat semaunya tanpa ada seorang pun dan sebuah negara pun yang bisa mencegah dan menghukumnya. Di saat seluruh dunia menerima klaim Amerika sebagai pusat peradaban, ekonomi, penegakan HAM, Demokrasi dan standar tunggal gaya hidup manusia. Di saat Amerika menjadi tolok ukur dalam seluruh makna keberhasilan dan kesuksesan hidup manusia.
Bisakah Anda mempercayai penjelasan orang yang menyatakan bahwa Amerika dan sekutunya tengah berada di ambang keruntuhannya? Dapatkah Anda membenarkan klaim yang menyatakan bahwa negeri itu tengah di ujung jurang kebinasaannya? Bagaimana jika yang menjelaskannya adalah para tokoh politik, ekonomi, budaya dan cendekiawan Amerika dan Eropa sendiri? Bagaimana jika yang menjelaskannya adalah para ilmuwan dan ulama muslim? Bahkan, ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih?
Amerika adalah sebuah negara adidaya yang ekonominya 100 % berbasis sistem ribawiyah-spekulatif (Kapitalisme) dan merupakan penghela utama peradaban Barat-modern. Banyak sekali orang yang tersihir oleh kehebatan teknologi negeri itu, terpesona oleh kekayaannya yang luar biasa, sehingga sama sekali tidak mengira bahwa sebenarnya negara adidaya itu tengah memasuki hari-hari terakhirnya, insya Allah. Buku ini mengungkapkan kenyataan sebenarnya yang tengah dihadapi negeri adidaya itu. Seluruh persyaratan untuk terjadinya sebuah kehancuran total telah terpenuhi oleh negeri ini; ekonomi, politik, militer, sosial, demografi, moralitas, termasuk nubuwat akhir zaman.
Dari sisi ekonomi, negeri produsen dolar ini telah berubah dari lintah darat menjadi korban lintah darat terbesar di dunia sejak pertengahan tahun 1986 – dimulai pada masa pemerintahan Presiden Ronald Reagen. Perubahan status ini bermula dari pengeluaran anggaran yang luar biasa besar bagi pembiayaan Proyek Perang Bintang (Strategic Defense Initiative) dan Kampanye Penghancuran Uni Soviet. Uni Soviet memang akhirnya hancur, akan tetapi dengan ongkos yang membuat Amerika sendiri menjadi limbung dan menuju status sekarat! Utang total pemerintah Amerika bertambah praktis secara eksponensial, dan per April 2007, utang tersebut telah melewati US$ 8,9 trilyun (ikuti terus statusnya pada situs “US National Debt Clock”) dan terus bertambah dengan besarnya bunga yang harus dibayar setiap tahun melewati angka US$ 300 milyar yang nilainya semakin bertambah pula seiring dengan semakin meningkatnya utang pokok dan suku bunga pinjaman.
Dengan akumulasi utang bangsa Amerika per 2007 (jumlah utang pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan rumah tangga) sebesar lebih kurang US$ 48 trilyun (dengan kurs 1 US$ = Rp. 9000,- nilainya akan setara dengan kira-kira Rp. 432.000 trilyun, baca: empat ratus tiga puluh dua ribu trilyun rupiah!), secara teoritis, jika Bank Sentral Jepang dan atau Cina dan atau sejumlah investor lainnya (cukup salah satu saja yang beraksi, lainnya akan segera mengikuti) memutuskan menarik seluruh investasinya keluar Amerika, maka akan terjadi suatu gempa moneter yang luar biasa hebat, yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah umat manusia, di Amerika dengan episentrumnya terletak pada dua tanduk syaitannya, yaitu bursa saham dan pasar uangnya. Gempa moneter raksasa ini selanjutnya akan menimbulkan gelombang tsunami moneter yang luar biasa dahsyat yang menjalar ke seluruh penjuru dunia!
Banyak analisa para pakar ekonomi yang telah meramalkan kehancuran Amerika dari sudut pandang ini. Pada 23 Januari 2005, Jas Jain, salah seorang analis ekonomi terkemuka telah menulis, “Depresi yang lebih Besar (Greater Depression) adalah tak terhindarkan. Semakin tinggi kita mendaki tangga utang, semakin dalam ekonomi Amerika akan jatuh selama Depresi yang lebih Besar yang akan datang.
Pada Maret 2005, Stephen Roach, seorang kepala ahli ekonomi pada lembaga keuangan Morgan Stanley di Boston mengatakan, bahwa ia percaya peluangnya adalah 90% (yang menunjukkan sudah sangat dekat kepada kepastian!) bahwa utang yang gila-gilaan ini pada akhirnya akan membawa pada kehancuran ekonomi!
Pada 24 September 2005, Alan Greenspan, Gubernur Bank Sentral Amerika, mengungkapkan kepada sejawatnya Thierry Breton, Menteri Keuangan Perancis, bahwa Amerika Serikat telah kehilangan kendali atas defisit anggarannya. Selanjutnya Breton berkata, “Situasi yang menciptakan tekanan saat ini pada pasar uang adalah jelas defisit Amerika.” Ia juga mengungkapkan, “Nampak bagi saya bahwa sejawat saya John Snow (Menteri Keuangan Amerika, penj.) sepenuhnya sadar akan hal ini, ia ingin mengatasi masalah ini, tetapi nampaknya ia tidak mempunyai ruang yang cukup untuk bermanuver.”
Dari sisi politik dan militer, kehancuran Amerika juga tinggal menunggu waktu. Perang yang dikobarkan oleh Amerika di negeri-negeri muslim telah mendapat kecaman internasional dan kerugian yang cukup besar. Hingga awal 2007, perang Irak dan Afganistan telah merenggut nyawa lebih dari 4000 orang tentara Amerika, dan lebih dari 50.000 tentara mengalami cedera. Semula Departemen Pertahanan Amerika, Pentagon, berusaha mengecilkan jumlah prajurit yang cedera menjadi 24.000 orang. Akan tetapi Dr. Linda Bilmes telah mengejutkan publik Amerika dengan membocorkan angka yang sebenarnya, yaitu berkisar 50.000 prajurit yang membuat Pentagon kebakaran jenggot. Angka ini tidak dapat disanggah oleh Pentagon karena dikutip oleh Dr. Bilmes dari Departemen Urusan Veteran Amerika yang terbebas dari pengaruh Pentagon. Sejauh ini lebih dari 200.000 veteran telah dilayani di VA centers (Pusat-pusat Urusan Veteran), dan terdapat antrian klaim pelayanan medis dari 400.000 veteran. Jumlah klaim diperkirakan akan mencapai 874.000 pada 2007, dan 930.000 pada 2008.39 Dari total prajurit yang cedera, sekitar 50% mengalami cacat permanen yang membuatnya tidak dapat bertugas kembali sehingga setara dengan kematian. Celakanya, tentara yang cacat ini malah membebani pemerintah Amerika dengan biaya perawatan seumur hidup yang jauh lebih besar dari pada kompensasi bagi keluarga prajurit yang tewas. Sebagai contoh, keluarga dari seorang prajurit yang tewas akan mendapatkan bantuan sebesar US$ 500.000, sedangkan seorang prajurit yang menderita cedera permanen di otaknya akan memerlukan biaya perawatan sekitar US$ 4 juta..
Faktor penting lainnya yang juga menambah/mempercepat kemungkinan kehancuran Amerika adalah datangnya bencana alam yang sangat dahsyat, seperti angin topan yang menghantam kota New Orleans yang terletak di wilayah Teluk Meksiko pada akhir Agustus 2005. Bencana tersebut telah membuat Kongres Amerika segera meluluskan permintaan bantuan sebesar US$ 10 milyar sebagai uang muka, sementara sebuah perkiraan telah menyebutkan bahwa dibutuhkan dana sebesar US$ 200 milyar guna merestorasi semua kerusakan, suatu nilai yang setara dengan perang selama empat tahun di Irak dan Afganistan.
Belum genap sebulan setelah bencana alam akibat angin topan yang demikian merusak tersebut, datang lagi angin topan kedua yang menghantam wilayah yang sama, yang menimbulkan kerusakan dan banjir secara meluas. Belum genap sebulan setelah topan kedua, datang lagi topan ketiga. Barangkali saja sudah menunggu angin-angin topan lainnya yang akan terus menghantam daratan Amerika.
Rentetan bencana tersebut telah menghancurkan sebagian infrastuktur energi Amerika; 108 anjungan pengeboran minyak rusak dan tidak mungkin dibangun kembali, demikian juga kerusakan pada sarana penyulingan minyak yang menurunkan kapasitas operasinya menjadi 70%. Bencana tersebut juga telah mengakibatkan 363.000 orang menjadi penganggur, dan menimbulkan gelombang kebangkrutan yang masif.
Jika pandangan suram tentang masa depan Amerika di atas semata-mata dari sisi ekonomi, maka pandangan suram dari sisi sosial budayanya tercermin dari kutipan berikut ini,
“Gambaran suram masyarakat Amerika dilukiskan oleh Alistair Cooke, penyiar veteran kelahiran Inggris, yang tinggal di AS selama bertahun-tahun. Masalah Amerika baginya semata-mata merupakan pembusukan moral: ‘Tingkat kejahatan di kota secara teratur melampaui semuanya. selain tahun sebelumnya yang paling buruk, dan kejahatan di jalanan secara acak di waktu malam menandingi peristiwa menonjol dalam buku harian abad kedelapan belas. Obat terlarang adalah hama yang menyerang semua kelas dari segala usia. Kita baru saja tersadar untuk mendapatkan bahwa sudah lama sekali, mungkin beberapa puluh tahun, pendidikan umum di Amerika telah menetapkan standar yang mudah dan membingungkan, sehingga, paling tidak dalam minoritas besar, mungkin mayoritas, tamatan sekolah menengah, kalau dibandingkan dengan sesamanya dari Eropa dan Asia, hanya setengah melek huruf.’
Alistair Cooke memerhatikan gejala lain dari keruntuhan budaya: penyalahgunaan kebebasan, kegagalan pengadilan menetapkan dan mengekang perbuatan tidak senonoh, kemerosotan tajam dalam sikap umum, dan lain-lain. Dia menyimpulkan bahwa akan ada titik balik sejarah yang besar, suatu akibat dramatis seperti Perang Saudara Amerika kedua, datangnya seorang diktator populis, atau kembalinya secara darurat ke bentuk sosialisme nasional yang menguntungkan ciptaan Franklin Roosevelt dalam New Deal pertama (kebijakan Presiden Roosevelt untuk mengatasi Depresi Besar pada 1930-an, penj.)”
Itu adalah komentar dari seorang yang hidup pada dekade 1990-an di Amerika. Sekarang tentu keadaannya sudah jauh lebih buruk lagi. Maka lengkap sudah semua syarat kehancuran Amerika: kemerosotan secara cepat dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Dengan memerhatikan segenap tanda-tandanya, puncak musibah (baca: azab) yang mirip dengan Depresi Besar 1930 insya Allah akan terjadi lagi. Sebuah makalah dengan judul TOO
Jika segenap penyebab di atas belum memadai untuk membawa Amerika kepada kehancurannya, maka skenario berikut dapat menjadi skenario pamungkasnya. Sebagaimana dikemukakan banyak pengamat dari kalangan akademisi maupun lembaga penelitian lainnya, baik mewakili institusi maupun perorangan, kehancuran ekonomi Amerika yang dipicu oleh kehancuran pasar saham dapat terjadi akibat adanya perubahan pada struktur demografi masyarakat Amerika dikaitkan dengan sistem pensiun para pekerja. Bahkan tokoh “resmi” semacam Dr. Alan Greespan. yang menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Amerika, telah menyatakan keprihatinannya yang mendalam akan persoalan ini dalam pidatonya pada 2 Desember 2005 mengenai kebijakan anggaran Amerika.
Data demografi Amerika menunjukkan, bahwa lebih dari 76 juta orang Amerika lahir antara 1946 dan 1964, yang oleh para ahli sosiologi disebut sebagai generasi “baby boomers” (bayi-bayi yang lahir pada era ledakan kelahiran pasca PD II). Para “baby boomers” itu kini berusia antara 43 dan 61 tahun. Mereka inilah yang membanjiri pasar kerja pada era 1970-an. Kemudian sepanjang dekade 1980-an dan 1990-an, mereka ini pula yang banyak menanamkan investasinya di bursa saham.
Dalam beberapa tahun mendatang, generasi “baby boomers” ini akan mulai memasuki masa pensiun, sehingga mereka akan mulai mencairkan dana-dana pensiun mereka, yang berarti menutup investasi mereka di reksa dana, dan menyimpan dalam bentuk tabungan di bank. Bahayanya terletak pada kenyataan bahwa generasi “baby boomers” ini adalah kelompok populasi yang paling besar dan paling kaya di Amerika, sementara generasi berikutnya, yang berpotensi menggantikan generasi “baby boomers” sebagai investor di bursa saham, mempunyai jumlah yang lebih kecil dengan tingkat kekayaan yang lebih rendah. Lebih memperburuk keadaan adalah adanya “cacat” pada peraturan sistem dana pensiun Employment Retirement Income Security Act - ERISA, di mana setiap pensiunan yang telah menginjak usia 70 tahun “diwajibkan” mulai menarik dananya dari pasar saham, dengan cara menjual sahamnya setiap bulan.
Maka secara teoritis, mulai 2008 orang akan menyaksikan kecenderungan terjadinya lebih banyak transaksi menjual daripada membeli saham dan semakin bertambah nyata pada tahun-tahun berikutnya. Selang beberapa waktu kemudian orang akan memerhatikan bahwa indeks harga saham tidak akan bisa naik lebih jauh lagi, bahkan cenderung terus tertekan, akibat kecenderungan menjual saham lebih banyak daripada membeli. Lalu begitu tersadar, orang-orang akan berduyun-duyun menjual sahamnya.
Persoalannya, sebagaimana juga di negara-negara lain, bagian terbesar dari masyarakat Amerika adalah warga yang dididik untuk menjadi pekerja, bukan pengusaha. Para pekerja itu tetap saja merupakan orang-orang yang awam dalam bidang investasi di bursa saham. Sebagaimana orang awam lainnya, tindakan mereka sering bersifat emosional, “ikut-ikutan.” Jadi, jika suatu kali terjadi kondisi pasar saham yang “merosot,” mereka dapat menjadi sangat panik, lalu berusaha menjual secepat mungkin saham-saham mereka, dan yang lain pun akan segera mengikuti. Pasar saham bisa benar-benar hancur karenanya. Jika itu terjadi, para analis memperkirakan, ia akan menjadi “kehancuran pasar saham paling besar dalam sejarah peradaban manusia.”
Kini renungkanlah, jika para pengamat telah membuat prediksi yang sedemikian kelabu, tentu para investor telah membuat ancang-ancang jauh-jauh hari sebelumnya untuk segera menarik investasinya dari tanah Amerika. Seakan-akan, wallahua’lam, Allah telah membuat “rencana” yang akan memaksa para investor itu untuk menarik modalnya keluar dari Amerika. Seakan-akan semua jalan telah terkunci bagi Amerika untuk melepaskan dirinya dari bom waktu raksasa yang terbentuk tanpa mereka sadari dan melekat tepat pada jantungnya.
Namun, di balik semua kengerian yang hendak mencengkeram dunia, ada kabar gembira yang menjadi konsekwensi kehancuran barat dan Amerika. Kembalinya khilafah rasyidah yang sesuai dengan manhaj nubuwah yang akan memimpin dunia dengan keadilan dan kebenaran merupakan janji yang pasti.
Maka, buku ini juga mengupas secara padat dan tuntas generasi umat Islam yang akan muncul sebagai pemimpin dunia, menggantikan peranan Amerika dan Barat; siapa, kapan, karakteristik dan sifat keistimewaan, langkah-langkah perjuangan dan hasil-hasil yang akan mereka capai. Sebuah penjelasan yang lengkap, berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah, disertai tinjauan sejarah dan fakta-fakta terbaru yang valid. Sungguh sebuah kajian yang obyektif, ilmiah, menarik, dan sangat berani!
Pada situs Grandfather Economic Report, Michael W. Hodges, America’s Total Debt Report-Update 2007 US$ 48 Trillion and Soaring.
. Pada situs CNN Money edisi 24 September 2005.
[3].Pada situs Financial Sense Online, edisi 11 Oktober 2005, Jennifer Barry, America Sinking Below The Waterline.
. Pada situs India Infoline, edisi 3 Desember 2005, Greenspan warns on US budget deficit.
Menanti Kehancuran Amerika dan Eropa (Sebuah Pengantar)
Diarsipkan di bawah: Dunia Islam — alqoshiduun @ 7:29 am
Buku seri akhir zaman terbaru karya : Abu Fatiah Al Adnani dan Kelompok Telaah Kitab Ar-Risalah
Apabila di masa lampau, permusuhan Barat terhadap Islam dan kaum muslimin hanya berwujud dalam satu bentuk, yaitu perang fisik salibiyah (Crusades) yang berlangsung selama 200 tahun, maka pada masa-masa setelahnya hingga hari ini dan bahkan hingga masa-masa mendatang, permusuhan Barat memencar di dalam berbagai bentuk dan dalam segala bidang kehidupan, membuka jari-jemarinya menjangkau segala bagian yang ada.
Untuk meruntuhkan Daulah Utsmaniyyah yang saat itu menjadi benteng pembela dan penegak Islam yang menyatukan seluruh dunia Islam, bangsa-bangsa Nasrani Barat telah melancarkan berbagai makar dan konspirasi selama 6 abad. Selama masa lebih dari 150 tahun (1103-1256 H = 1695-1839 M), Barat beramai-ramai mengeroyok Daulah Utsmaniyah, dipimpin oleh empat negara super power dunia saat itu, yaitu Inggris, Perancis, Rusia, dan Autria. Usaha untuk mencabik-cabik dan meruntuhkan menara Islam ini akhirnya berhasil, melalui adu domba Daulah Utsmaniyah dengan bangsa Arab pada Perang Dunia I. Perang yang berakhir dengan perjanjian Versailles 1919 M itu, membagi-bagi wilayah kekuasaan Daulah Utsmaniyah untuk negara-negara dan mengizinkan tentara Sekutu menduduki Istambul.
Di samping melancarkan peperangan selama 6 abad melawan Daulah Utsmaniyah, Barat juga melancarkan peperangan kepada Islam dan kaum muslimin melalui 5 jurus maut, yaitu:
1. Orientalisme, yaitu usaha-usaha pengkajian dan penelitian terhadap Islam dan kaum muslimin, dengan tujuan menghancurkan Islam dari dalam.
2. Kristenisasi. Barat menjadikan koloniaslime dan imperalisme sebagai kendaraan awal bagi pengkristenan dan pemurtadan kaum muslimin. Setelah kaum imperialis Barat berhasil diusir dari dunia Islam, kristenisasi tetap dijalankan dan bahkan semakin intensif.
3. Kolonialisme dan imperalisme, dengan bergerak di lapangan politik penjajahan dan perebutan monopoli ekonomi. Inggris, Perancis, Spanyol, Portugis, Austria, Belanda, Italia, Rusia dan negara-negara Barat lainnya menjajah wilayah dunia Islam merampas harta kekayaannya, memperbudak dan memperbodohi kaum muslimin selama tak kurang dari 350 tahun.
4. Imperialisme kebudayaan, sejak dari paham sekulerisme sampai kepada paham atheisme dan komunisme, sejak dari paham kapitalisme liberal sampai kepada paham sosialisme. Budaya dan gaya hidup yang lepas dari tuntunan syariat, akal sehat, dan fitrah yang lurus diekspor secara halus dan paksaan, agar diadopsi oleh dunia islam.
5. Zionisme. Melalui bantuan Inggris, Perancis, Amerika, dan Rusia kaum Yahudi akhirnya merampas bumi Palestina dari tangan kaum muslimin, dan mendirikan negara Israel.
Kelima jurus maut Barat ini sampai saat ini tetap dipertahankan dan bahkan kuantitas dan kualitasnya senantiasa ditingkatkan Permusuhan Barat yang merepresentasikan peradaban Yahudi, Nasrani, komunis, dan paganis, terhadap dunia Islam ternyata tidak pernah surut. Justru, semakin hari semakin bertambah tebal, kuat, dan ganas. Apa yang saat ini mereka sebut sebagai ‘Perang Melawan Terorisme Global’, juga invasi militer ke Afghanistan dan Irak, hanya semakin mengkuatkan kebenaran dan kepastian realita ‘benturan antara kebenaran dan kebatilan’ yang telah ditegaskan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Perang dan permusuhan dunia Barat terhadap Islam dan kaum muslimin memang telah, sedang, dan akan senantiasa berlangsung. Baik duniua Barat diwakili oleh satu pihak maupun oleh banyak pihak, karena sejatinya kekafiran itu adalah agama yang satu.
Uni soviet yang mengusung komunisme memang telah runtuh. Amerika Serikat yang memimpin sekutu-sekutunya dari Eropa Barat, Australia, Jepang, dan Korea Selatan kini muncul sebagai satu-satunya negara super power dunia. Dengan kekuatan militer, politik, ekonomi, dan budaya yang dimilikinya, Amerika tampil mengangkangi segala negara dan lembaga di dunia, tak terkecuali PBB. Dengan leluasa, Amerika bisa melanggar peraturan PBB, tanpa ada seorang pun dan sebuah negara pun yang bisa mencegah dan menghukumnya.
Francis Fukuyama menyebutnya sebagai sebuah akhir dari evolusi sejarah. Perjalanan sejarah, menurutnya, kini telah berakhir dengan kemenangan demokrasi sebagai ideologi politik dan kapitalisme liberal sebagai ideologi ekonomi.
Benarkah demikian? Klaim Fukuyama ternyata banyak ditentang oleh para ilmuwan dan tokoh barat sendiri. Bernard Lewis dan Samuel Huntington memandang bahwa ‘clash of civilizations’ benturan peradaban (baca: pertarungan antara kebenaran dan kebatilan) akan tetap berlangsung. Setelah komunisme runtuh, musuh Barat berikutnya adalah Islam. Perbedaan yang mendasar antara ideologi, sejarah, dan karakteristik peradaban Islam dengan Barat, merupakan penyebab utama ditempatkannya Islam sebagai ‘musuh’ dari peradaban Barat.
Dari sini, perang melawan Islam dan kaum muslimin yang dikemas secara sistematis dan teorganisir dalam sandi ‘perang melawan terorisme global’ pun dicanangkan oleh AS dan diamini oleh lebih dari 95% negara anggota PBB, tak terkecuali sebagian besar negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Umat Islam yang ingin hidup berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah, diberi stempel ‘fundamentalis Islam’ dan ‘teroris Islam’ yang harus diburu dan dimusnahkan. Afghanistan dan Irak menjadi korban pertama umat Islam dari kebrutalan Barat.
Dalam suasana yang memprihatinkan seperti ini, banyak umat Islam sendiri yang merasa pesimis dengan masa depan Islam. Abad XV Hijriyah yang beberapa dekade sebelumnya diprediksikan oleh banyak tokoh Barat dan Islam sebagai masa kebangkitan Islam, Ash-Shahwah Al-Islamiyyah, akankah berakhir dengan tragis dan memilukan? Tidak adakah secercah harapan untuk kebangkitan umat Islam? Haruskah umat Islam mengekor dan menyerah kalah kepada Barat, dengan menerima demokrasi, kapitalisme, dan liberalisme secara bulat, sebagaimana yang telah dilakukan oleh sebagian kaum muslimin yang telah ter-Baratkan?
Berbeda dengan segelintir umat Islam yang pesimis tersebut, buku ini mempaparkan fakta dan harapan yang sebaliknya. Buku ini menguatkan keyakinan para tokoh umat Islam sebelumnya, seperti Syaikh Abul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadawi, Sayud Qutub, Muhammad Qutub, Abdullah Azzam, dan banyak tokoh muslim lainnya. Keyakinan mereka akan masa depan Islam yang gemilang dan tampilnya Islam di panggung sejarah sebagai rahmatan lil-‘alamin, bukanlah sebuah utopia belaka. Keyakinan ini tumbuh dari nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menegaskan akan kembali berjayanya Islam dengan memimpin seluruh dunia, dan realitas peradaban Barat yang kini tengah sempoyongan.
Dalam buku ini, Penulis memaparkan fakta-fakta terbaru secara jelas dan rinci tentang kondisi proses kerusakan yang tengah dihadapi oleh Amerika dan sekutu-sekutunya dalam segala lini kehidupan. Sebuah penjelasan yang sangat memuaskan, tak terbantahkan, dan dibenarkan oleh para tokoh dan ilmuwan Amerika dan Eropa sendiri. Dikuatkan oleh banyak ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits shahih keyakinan bahwa kemenangan Islam akan segera tiba, nampaknya sudah dipelupuk mata. Islam, secara pasti, akan mampu memenangkan benturan peradaban melawan super power kebatilan itu.
Namun, kapan kemenangan Islam dan keruntuhan Amerika itu akan terjadi? Siapakah gerangan umat Islam yang akan meretas jalan menuju kembalinya Islam ke pentas kepemimpinan dunia tersebut. Bagaimana karakteristik generasi baru harapan Islam tersebut? Bagaimana proses terjadinya peralihan kekuasaan di panggung dunia ini? Ilmu, amal, rencana, dan langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh untuk merealisasikan segala harapan dan keyakinan tersebut?
Anda, Insya Allah, akan menemukan jawaban dari segala pertanyaan di atas dan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan lainnya dalam buku yang sangat istimewa ini. Baca dan simaklah dengan seksama, niscaya Anda akan menemukan kepuasaan dan keyakinan yang prima.
Posted in
kehancuran amerika eropa


